Pemkab Sidoarjo dan BNNK Perkuat Sinergi Berantas Narkoba, Fokus Awasi Wilayah Perbatasan dan Daerah Rawan

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo terus memperkuat sinergi dalam upaya menekan peredaran gelap narkotika. Strategi pencegahan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga diperkuat dengan langkah edukasi, pemetaan wilayah rawan, serta survei prevalensi sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., M.Kn. saat mengikuti Peringatan Hari Antinarkotika Internasional (HANI) 2026 secara virtual di Sidoarjo, Kamis (23/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati Subandi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program BNN dalam mencegah sekaligus memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Menurutnya, perang melawan narkoba harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga pemerintah desa.

Ia menjelaskan, salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan adalah pelaksanaan survei prevalensi secara mandiri untuk memetakan wilayah yang masih memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap penyalahgunaan narkotika.

“Melalui survei ini, kita bisa mengidentifikasi area yang tingkat prevalensinya masih tinggi. Pemkab Sidoarjo akan berkolaborasi dengan Polsek, camat, hingga pemerintah desa untuk menyisir daerah-daerah pinggiran dan wilayah perbatasan yang rentan menjadi jalur peredaran narkotika,” ujar Subandi.

Menurutnya, hasil survei tersebut akan menjadi acuan penting dalam menentukan kebijakan pemerintah daerah, khususnya dalam penyusunan program sosialisasi, edukasi, hingga intervensi yang lebih efektif di lapangan.

Subandi menegaskan, upaya pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat agar generasi muda terlindungi dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

“Kami berkomitmen memerangi narkoba mulai dari kalangan anak-anak hingga seluruh lapisan masyarakat guna menekan angka peredaran maupun penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Sidoarjo,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNNK Sidoarjo Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto mengungkapkan bahwa posisi geografis Kabupaten Sidoarjo sebagai daerah penyangga ibu kota Provinsi Jawa Timur menjadikan wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi terhadap masuknya jaringan peredaran narkotika.

Baca juga :  Pemkab Sidoarjo Perkuat Penanganan Sampah, Bupati Subandi Tekankan Sinergi dan Evaluasi TPS3R

Menurutnya, para pelaku kejahatan narkotika akan terus mencari pasar dan pengguna baru dengan berbagai modus operandi yang semakin beragam. Karena itu, kawasan pinggiran serta wilayah perbatasan menjadi salah satu fokus pengawasan bersama.

“Para pelaku akan selalu mencari pasar dan pengguna baru dengan berbagai modus operandi. Daerah pinggiran serta wilayah perbatasan masih menjadi area yang rawan terhadap peredaran narkotika,” ungkap Gatot.

Ia juga mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang telah melaksanakan survei prevalensi secara mandiri. Data tersebut dinilai sangat penting sebagai dasar penyusunan strategi pencegahan yang lebih terarah dan berbasis kondisi riil di lapangan.

“Data awal dari survei ini menjadi pijakan untuk menentukan wilayah mana yang membutuhkan intervensi lebih intensif agar angka penyalahgunaan dapat ditekan. Walaupun angka kasus di Sidoarjo relatif terkendali, bukan berarti kita boleh lengah karena ancaman narkotika masih sangat besar,” jelasnya.

Melalui sinergi yang semakin erat antara Pemkab Sidoarjo, BNNK, aparat keamanan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga partisipasi aktif masyarakat, diharapkan upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Peringatan Hari Antinarkotika Internasional (HANI) 2026 mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menjadi pengingat penting bahwa perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama dalam mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Semangat tersebut juga sejalan dengan implementasi program prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat upaya pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, serta perlindungan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *