HUT ke-81 RI, Warga Lespadangan Gedeg Tumpah Ruah Ikuti Jalan Santai, Persatuan Jadi Pesan Utama

banner 120x600
banner 336x280

Mojokerto – News PATROLI.COM –

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Dusun Lespadangan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, berlangsung semarak. Ratusan warga dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti jalan santai yang menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan kembali semangat persatuan dan gotong royong, Minggu (30/8/2026).

Bukan sekadar berjalan bersama, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bercengkerama, dan memperkuat hubungan sosial antarwarga. Nuansa kebersamaan semakin terasa dengan keterlibatan langsung Kepala Dusun Lespadangan, Mohamad Polo Jadi, bersama jajaran serta Karang Taruna yang menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan.

Pimpinan BPD, M. Aris Teguh Santoso, S.H., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap antusiasme masyarakat. Ia menegaskan bahwa momentum HUT Kemerdekaan RI harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan tahunan.

Menurutnya, kemeriahan peringatan kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi generasi saat ini mengenai besarnya perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

“Kegiatan seperti ini sudah sewajarnya kita selenggarakan setiap tahun. Bukan hanya untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kita kepada para pahlawan yang telah berjuang 81 tahun silam demi kemerdekaan yang kita nikmati sampai hari ini,” ujar M. Aris Teguh Santoso.

Ia menilai, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung memiliki dampak positif terhadap kehidupan sosial. Di tengah perkembangan zaman dan semakin tingginya penggunaan teknologi digital, interaksi langsung antarwarga tetap penting untuk menjaga rasa persaudaraan.

“Kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal yang positif. Salah satunya dengan menjaga kerukunan, mempererat persatuan, serta membangun kebersamaan di lingkungan kita. Jangan sampai semangat gotong royong dan persaudaraan yang menjadi kekuatan bangsa justru luntur di tengah perkembangan zaman,” tegasnya.

M. Aris juga mengingatkan bahwa tantangan generasi saat ini berbeda dengan perjuangan para pahlawan pada masa lalu. Jika dahulu kemerdekaan diperjuangkan melalui pengorbanan jiwa dan raga, maka tugas masyarakat saat ini adalah menjaga hasil perjuangan tersebut melalui persatuan dan kontribusi nyata bagi lingkungan.

Karena itu, ia mendorong agar kegiatan-kegiatan positif yang melibatkan masyarakat terus dipertahankan. Menurutnya, tradisi kebersamaan seperti jalan santai dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk memperkuat kohesi sosial di tingkat dusun dan desa.

Baca juga :  Pimpinan, Anggota dan Staff DPRD Kota Mojokerto Mengucapkan Hari Raya Idul Adha 1447 H

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Kepala Dusun Lespadangan, Karang Taruna, panitia, serta seluruh warga yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah ikut menyukseskan kegiatan ini. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan dan menjadi tradisi positif setiap tahunnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, M. Aris menegaskan bahwa generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan karya dan tindakan nyata.

“Tugas kita sekarang bukan lagi berjuang mengangkat senjata, tetapi berjuang menjaga persatuan, membangun lingkungan, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.

Antusiasme warga terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta dari berbagai usia mengikuti jalan santai dengan penuh semangat. Tidak ada sekat antara anak-anak, pemuda, orang tua maupun tokoh masyarakat. Semuanya membaur dalam suasana penuh keakraban.

Kehadiran Karang Taruna juga menjadi bagian penting dalam membangun semangat kepemudaan di Dusun Lespadangan. Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat terus diwariskan melalui aktivitas sosial yang positif.

Bagi warga, jalan santai bukan sekadar agenda untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan menjaga hubungan baik antarwarga.

Semangat kebersamaan yang tercipta diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Justru, momentum tersebut diharapkan menjadi energi baru untuk menjaga kerukunan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI akhirnya menjadi momentum refleksi bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mengisi masa kini dan mempersiapkan masa depan.

Dengan mengusung semangat “Kemerdekaan untuk Bersatu, Bersama Membangun Negeri”, warga Dusun Lespadangan berkomitmen menjaga persatuan, memperkuat gotong royong, serta terus membangun lingkungan yang guyub dan harmonis.

Dari Dusun Lespadangan, semangat kemerdekaan kembali ditegaskan: merdeka bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga mampu bersatu, peduli, dan bergerak bersama untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *