Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Desa Putat Tanggulangin Sidoarjo Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap MBG

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Suasana di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, mendadak geger pada Selasa (1/9/2026) sore. Ratusan siswa dan santri mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keluhan yang dialami para santri cukup beragam, mulai dari pusing, mual, muntah, diare hingga sesak napas. Jumlah santri yang mengalami gejala tersebut terus bertambah sehingga pengurus pesantren bersama petugas terkait melakukan evakuasi secara bertahap ke sejumlah fasilitas kesehatan.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 21.24 WIB, sedikitnya 281 santri telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di enam rumah sakit dan satu klinik di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Peristiwa tersebut bermula ketika sekitar 1.010 porsi makanan program MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah didistribusikan ke lingkungan MA dan MTs Manbaul Hikam sekitar pukul 12.30 WIB.

Sekitar pukul 13.00 WIB, para siswa dan santri kemudian menyantap makanan tersebut sebagai menu makan siang.

Beberapa jam berselang, sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah santri mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak sehat. Mereka mengalami pusing, mual, muntah, diare, bahkan sebagian mengeluhkan sesak napas.

Santri yang pertama kali mengalami keluhan kemudian dibawa ke bidan terdekat di Desa Putat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Namun, situasi berkembang cepat. Sekitar pukul 16.30 WIB, sedikitnya 15 santri dilaporkan telah mengalami pusing, mual dan muntah.
Jumlah tersebut kemudian terus bertambah.

Pengurus pesantren bersama berbagai unsur terkait langsung mengerahkan armada dan ambulans untuk melakukan evakuasi. Para santri dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RS Pusura dan RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Gelombang evakuasi berlangsung hingga malam hari. Ambulans tampak keluar-masuk kawasan pesantren untuk membawa santri yang membutuhkan penanganan medis.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing turun langsung memantau kondisi para santri yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Kapolresta bersama Bupati Sidoarjo Subandi dan Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf. Abraham Prihadi melakukan pengecekan terhadap para santri, termasuk di RSUD R.T. Notopuro dan RSI Siti Hajar.

Di hadapan para santri yang tengah menjalani perawatan, Christian memberikan dukungan sekaligus memastikan proses penanganan medis berjalan maksimal.

“Semoga segera pulih dan sehat kembali. Kami pastikan aman dan tim medis telah melakukan penanganan secara maksimal,” ujar Christian, Selasa (1/9/2026) malam.

Christian menegaskan, Polresta Sidoarjo bersama pemerintah daerah, TNI, tenaga kesehatan dan seluruh pihak terkait terus melakukan langkah penanganan terhadap para santri yang terdampak.

Pengamanan juga dilakukan sejak proses evakuasi dari lingkungan pesantren hingga para santri tiba di rumah sakit.

Baca juga :  Optimalkan Program Ketahanan Pangan, Polsek Waru Optimis Tanam Jagung Berhasil

“Kami bersama seluruh pihak terkait terus melakukan langkah-langkah penanganan untuk memastikan proses evakuasi dan pelayanan medis terhadap para santri berjalan aman dan lancar,” tegasnya.

Kapolresta juga meminta para orang tua dan wali santri tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami mengimbau kepada orang tua santri agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya atau hoaks,” katanya.

Meski gangguan kesehatan tersebut terjadi setelah para santri mengonsumsi makanan MBG, aparat dan pemerintah daerah belum menyimpulkan bahwa makanan tersebut merupakan penyebab kejadian.

Penyebab pasti gangguan kesehatan massal tersebut masih dalam proses pemeriksaan.

Penanganan medis terhadap para korban dilakukan secara bersamaan dengan langkah investigasi untuk mengetahui faktor yang menyebabkan munculnya gejala secara massal.

Pemeriksaan terhadap sampel makanan maupun faktor lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut menjadi bagian penting dalam proses penelusuran.

Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami ratusan santri tersebut.

Bupati Sidoarjo Subandi bersama Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf. Abraham Prihadi dan Pengasuh Ponpes Manbaul Hikam KH. A. Wachid Harun turut melihat langsung kondisi para santri yang mendapatkan pertolongan medis di RSUD R.T. Notopuro dan RSI Siti Hajar.

Subandi memastikan seluruh santri dan santriwati yang mengalami gangguan kesehatan telah mendapatkan penanganan medis.

Ia menegaskan pemerintah daerah bergerak cepat untuk menanggulangi kejadian tersebut. Subandi juga meminta para orang tua santri tidak panik.

“Alhamdulillah semua sudah tertangani medis di sejumlah rumah sakit dan puskesmas terdekat, jadi tidak ada korban jiwa. Kalau ada yang menginformasikan meninggal, adalah hoaks. Semua santri tinggal pemulihan. Semoga semua segera sehat kembali,” ujar Subandi.

Pemkab Sidoarjo, lanjut Subandi, juga akan melakukan evaluasi terhadap penyedia makanan MBG yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

Subandi memastikan pihaknya akan turun langsung melakukan pengecekan ke SPPG yang berada di wilayah Tanggulangin.

“Besok kita akan cek ke lokasi SPPG yang ada di Tanggulangin, kenapa sampai terjadi seperti ini. Tugas kita sebagai kepala daerah adalah pengawasan,” lanjutnya.

Hingga Selasa malam, proses pemantauan dan pelayanan medis terhadap para santri masih dilakukan. Pemerintah daerah, kepolisian, TNI, tenaga kesehatan dan pihak pesantren terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh santri yang mengalami keluhan memperoleh penanganan secara cepat dan optimal.

Sementara itu, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi dari pihak berwenang. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *