banner 700x256

Lotim Targetkan Jadi Kabupaten ODF

Lalu Bagus Wikrama
banner 120x600
banner 336x280

Lombok Timur-NTB, Newspatroli.com

Jumlah warga Lombok Timur masih banyak buang air besar (BAB) sembarangan. Dari 254 desa dan kelurahan se Lotim, masih terdapat 22 desa yang belum mencapai  target Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan. Tahun 2022, seluruh desa di Lotim diharapkan menjadi desa ODF. Tahun ini, ketika seluruh desa sudah 100 persen stop BAB sembarangan, maka Kabupaten Lotim bisa terwujud jadi kabupaten ODF.

“Kita harapkan semua desa di Lotim bisa capai ODF tahun ini, ” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lotim, Lalu Bagus Wikrama kepada media usai menerima tim verifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) lima pilar dari Provinsi NTB, Rabu, 16 Februari 2022 .

Lotim mulai berupaya wujudkan target STBM lima pilar sejak tahun 2007. Hari ini provinsi akan melakukan verifikasi. Berdasarkan data perjalanan panjang di wilayah masing masing, pilar pertama yakni akses BAB tidak sembarangan sudah tercapai 100 persen. “Kita menyebutnya akses sehingga masyarakat tidak BAB sembarangan, ” sebutnya

Baca juga :  Truk Sampah Tidak Kunjung Datang Menyebabkan Warga Terpaksa Langgar Fungsi Jalan Umum

Untuk mencapai ODF, berbagai upaya sudah dilakukan. Termasuk melibatkan seluruh instansi terkait. Mulai dari jajaran pemerintah desa, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan pihak lainnya. Program jambanisasi desa juga sudah dilakukan. “Kita terus dorong pemdes untuk dapat memberikan  askes kepada warga sehingga target ODF tuntas, ” sebut Mamiq Bagus, sapaan akrab Sekdis Kesehatan Lotim menambahkan.

Untuk mencapai target kabupaten STBM lima Pilar bum bisa diwujudkan. Verifikasi kali ini adalah untuk capaian ODF. Yakni untuk satu pilar saja dalam STBM. Pilar lainnya sebenarnya sebagian besar sudah bisa dicapai. Namun belum sempurna. Sejauh ini baru Kabupaten Sumbawa Barat yang sudah menjadi Kabupaten STBM Lima Pilar. “Mudahan Lotim bisa menyusul, yakni menjadi kabupaten kedua tercapai Kabupaten STBM, ” sebutnya.

Disampaikan, pilar lain cuci tangan pakai air sabun dan air mengalir. Pilar ini diyakini sudah diatas 75 persen. Terlebih setelah sosialisasi terus menerus tentang penerapan cuci tangan yang merupakan bagian dari protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi covid. (Ony)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *