banner 700x256

Pemkab Dompu Segera Surati Pemprov NTB dan Bulog untuk Percepatan Serapan Gabah

Sekdakab Dompu, Gatot Gunawan PP bersama kepala cabang Bulog Bima dan anggota Dewan saat meninjau gudang Bulog Dompu
banner 120x600
banner 336x280

Dompu-NTB, Newspatroli.com

Pemerintah kabupaten (Pemkab) Dompu akan segera menyurati pemerintah provinsi (Pemprov) sebagai wakil pemerintah pusat di daerah untuk mempercepat penyerapan gabah petani. Surat yang sama juga akan disampaikan ke Bulog pusat, sehingga Bulog di daerah bisa segera menyerap gabah petani.

Hal itu disampaikan usai Sekda Dompu, Gatot Gunawan PP, SKM, MMKes dan kepala Bulog cabang Bima meninjau gudang Bulog Dompu, Sabtu, 12 Maret 2022 bersama kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, anggota DPRD Dompu, dan mitra Bulog. “Hasil kunjungan ke gudang Bulog Dompu, Pemda akan bersurat ke Pemprov dan Bulog pusat agar mempercepat penyerapan gabah petani Dompu,” kata Muhammad Syahroni, SP, MM kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Minggu, 13 Maret 2022.IKLAN

Tidak hanya itu, Pemda juga telah membangun komunikasi dengan Badan Pangan Nasional untuk menekan Bulog agar memanfaatkan posisinya sebagai penstabil harga dan penyerap gabah petani. Sehingga Bulog bisa segera menyerap gabah petani dan syukurnya kini sudah ada koordinasi terkait data potensi gabah petani yang akan dipanen. “Barusan diminta data jumlah dan lokasi mana yang bisa diintervensi dalam bulan Maret ini,” ungkapnya.

Baca juga :  KAI Divre I Sumut Perkuat Rantai Pasokan Energi dan Industri Lewat Jalur Rel

Koordinasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah anjloknya harga gabah petani. Pemerintah pusat telah menetapkan HPP gabah dan Bulog ditugasi untuk menyerap gabah petani. Tapi hingga saat ini, Bulog belum memulai penyerapan dengan dalih belum ada instruksi pusat.

Selain itu, gudang Bulog hampir penuh oleh stok beras hasil serapan tahun lalu. Sirkulasi barang gudang tidak maksimal sebagai dampak dari kebijakan pemerintah yang tidak lagi mendistribusikan beras bagi rakyat miskin. Karena beras tersebut, sumbernya dari beras yang ada di gudang Bulog.

Jika kondisi ini tidak segera ditangani, masalah harga gabah petani akan terus anjlok dan saat ini harganya ada  di Rp3.700 per kg kering panen. Harga ini jauh di bawah HPP yang ditetapkan berada pada Rp4 ribuan per kg kering panen. (Ony)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *