banner 700x256

Pasca Penyerahan Huntap, Banyak Warga Korban Banjir Ingin Direlokasi

Anak – anak tampak bermain di taman huntap Desa Daha kecamatan Huu, Senin, 21 Maret 2022
banner 120x600
banner 336x280

Dompu-NTB, Newspatroli.com

Pemerintah Kabupaten Dompu telah menyerahkan hunian tetap (Huntap) bagi korban banjir Bandang Huu tahun 2021. Dari 107 korban asal Desa Daha dan Marada yang harus direlokasi, baru 43 kepala keluarga (KK) yang bersedia direlokasi dan mengikuti pengundian nomor rumah.

Pasca relokasi tahap pertama, sejumlah warga korban banjir yang sebelumnya menolak direlokasi kini sudah menyatakan bersedia. Tapi proses pengundian tahap kedua akan dilakukan setelah verifikasi bagi warga korban banjir selesai dilakukan dan dibuatkan SK penetapan oleh Bupati. “Kita akan verifikasi kembali baru dibuatkan penetapan tahan kedua,” kata Sekretaris Dinas Pemukiman dan Perumahan Kabupaten Dompu, Miftahul Suadah, ST kepada Suara NTB, Senin, 21 Maret 2022.

Fadli, kepala Desa Daha secara terpisah kepada Suara NTB, Senin kemarin mengaku, pasca serah terima kunci Huntap oleh pemerintah daerah (Pemda) kepada korban banjir, sejumlah warga korban banjir yang sebelumnya belum bersedia direlokasi, kini menyatakan keinginannya untuk direlokasi. “Kita belum bisa pastikan berapa jumlahnya, karena masih kita data,” ungkap Fadli.

Baca juga :  Polres Lombok Utara Usut Dugaan Korupsi ADD Desa Akar-Akar

Huntap bagi korban banjir Huu ini, dikatakan Fadli, kini menjadi spot pariwisata baru bagi warga. Sejak diserah terimakan kunci oleh pemda kepada 43 KK, setiap sore dan malam selalu dikunjungi warga yang ingin menikmati keindahan pemukiman baru tersebut. Ini tidak lepas dari pemukiman tersebut yang dilengkapi taman bermain, perumahan yang berjejer rapi dan seragam, jalanan yang beraspal, dilengkapi masjid yang indah, penerangan jalan yang cukup, serta pemandangan langsung ke laut teluk cempi. “Sejak hari pertama serah terima kunci, banyak warga yang berkunjung di pagi dan sore hari,” ungkapnya.

Dewi, pemukim Huntap Desa Daha mengaku, warga yang berkunjung rata – rata ingin menikmati keindahan suasana pemukiman dan melakukan swafoto. “Pada malam Minggu itu sampai pagi anak – anak muda nongkrong,” kata Dewi yang mulai membuka jualan sembako di rumah hasil pembagian tersebut. (Ony)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *