banner 700x256

Anggota DPRD Provinsi Jatim Gus Atho’ Gelar Reses II, Warga Carangrejo Keluhkan Banjir dan Sulitnya Mendapatkan Pupuk

banner 120x600
banner 336x280

JOMBANG, Newspatroli.com
Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Jawa Timur, Ahmad Athoillah, S.IP, M.IP, menggelar Serap Aspirasi Masyarakat ( Reses ) II Tahun 2022 di halaman Rumah Pak Suprat, Desa Carangrejo Kecamatan Kesamben Kabupaten, Rabu Sore, (1 / 6 / 2022 ) yang dimulai pukul 15. 00 WIB.

Dalam penyampaiannya, pria berkacamata yang akrab disapa Gus Atho’ ini menuturkan bahwa Reses atau Serap Aspirasi Masyarakat ini Wajib dilakukan oleh Anggota Dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat tentang berbagai persoalan yang dihadapi di Desa dan juga usulan usulan masyarakat berupa pembangunan atau infrastruktur jalan dan Persoalan lainnya yang nantinya berbagai persoalan dan usulan masyarakat itu akan dicatat lalu dibawa Lembaga Dewan untuk dibahas bersama dan ditindak lanjuti atau diajukan kepada pihak Eksekutif.

Dalam kesempatan itu Gus Atho’ juga mengatakan bahwa Acara Reses ini juga merupakan sarana sebagai sarana Silaturahmi Anggota Dewan dengan masyarakat atau Konstituen nya.
“ Saya Mengucapkan Terima kasih kehadiran bapak bapak dan ibu ibu yang telah menghadiri acara Reses ini, sebab kegiatan ini sebagai upaya untuk sillaturahim dan meningkatkan kinerja agar kedepannya bisa lebih baik lagi, Semoga kita Tetap Semangat dan selalu Istiqomah, ” ucap Gus Atho’.

Sementara itu dalam Reses tersebut Gus Atho’ memberikan kesempatan kepada masyarakat atau undangan yang hadir untuk mengajukan usulan atau pendapatnya mengenai berbagai persoalan yang dihadapi di Desa nya.

Dan saat itu pula, Ketua BPD Desa Carangrejo Pak Suprat yang merupakan peserta Reses mengadukan keluhanya mengenai Hama yang menyerang lahan pertanian, utama nya tanaman padi , dan Pak Suprat pun mengeluhkan sulit nya para petani di Desa Carangrejo ini untuk mendapatkan pupuk. ‘ Sudah dua tahun ini kami para petani di Desa Carangrejo tidak membawa hasil panen, sebab tanaman kami diserang hama, dan kami juga kesulitan mendapatkan pupuk utama nya pupuk bersubsidi” ucap Pak Suprat mengutarakan keluhannya.

Baca juga :  Kapolres Wonogiri Perkuat Sinergitas dengan Bawaslu, Jaga Stabilitas Kamtibmas Pasca Pemilu

Dalam kesempatan itu, Pak Suprat yang merupakan pensiunan TNI AD ini, bahwa warga di Desa Carangrejo ini juga mengeluh kan masalah pengairan di Desa Carangrejo ini kalau musim hujan selalu saja banjir, dan banjir ini bisa menenggelamkan tanaman , sehingga tanaman yang baru ditanam oleh petani akhirnya mati. ” Selain masalah pupuk dan hama, Desa Carangrejo ini juga mengalami persoalan mengenai pengairan. ” Kalau musim hujan selalu saja lahan pertanian kami tenggelam tergenang air. Untuk itu kami butuh Pompa, tidak ada aliran Air di Dusun Kandangan ini, dan perlu diketahui bahwa hampir 80 persen mata pencarian warga Carangrejo ini adalah bertani , ” lanjut Pak Suprat mengeluh.

Selain itu Pak Suprat juga mengutarakan dan minta bantuan kepada Gus Atho’ tentang rencana Takmir MESJID AL-HIDAYAH, yang punya rencana TPQ Mau buat Masjid.

Dilain pihak salah tokoh masyarakat setempat, Suparman juga mengeluh kan banjir yang selalu melanda Desa Carangrejo akibat meluapnya sungai Watu Dakon, perlunya juga Desa Carangrejo itu untuk dibangun Infrastruktur jalan, utamanya akses jalan cangkringan ke arah Curah malang.

Menanggapi usulan dan keluhan masyarakat ini Gus Atho’ Anggota Dewan dari Dapil 10 Jatim ( MOJOKERTO – JOMBANG ) ini sudah mencatat dan menampung semua usulan dan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat Carangrejo ini, dan masalah ini akan ia sampaikan ke Dinas pertanian, termasuk juga masalah pompa, akan kita usahakan bantuan ke Pemprov Jatim.

Sementara mengenai persoalan Pupuk, kata Gus Atho’ bahwa permasalahan tersendiri, Ada mafia Pupuk, dan Alhamdulillah Oknum pelaku nya sudah ditahan. Sedangkan untuk penyaluran ny perlu kerja sama antara Desa dan PPL, sehingga penyaluran pupuk bersubsidi dari Propinsi Jatim bisa disalurkan tepat sasaran, dan ke depannya bisa lebih baik lagi, termasuk Subsidi pupuk bisa ditambah. ( Kartono )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *