Kabupaten Malang, Newspatroli.com
Semoga dari kegiatan Bersih Desa mampu membangkitkan motivasi seluruh masyarakat dan jajaran pemerintah desa dalam wujudkan harapan dan cita-cita kemakmuran bersama. Harapan tersebut disampaikan Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M saat menghadiri acara pagelaran wayang kulit dalam rangka Bersih Desa Kucur, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin, (18/7/2022) malam. Hadir dalam kegiatan ini meliputi sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, Camat dan Muspika Dau, Kepala Desa Kucur serta seluruh Kepala Desa di wilayah Kecamatan Dau, para pemuka agama dan tokoh masyarakat Desa Kucur.
”Alhamdulillah kita semua diberikan kesehatan oleh Allah SWT dan mampu melewati masa pandemi Covid 19 dalam dua tahun kemarin. Suatu kebahagiaan, saya bisa menyaksikan antusias dan semangat kebersamaan masyarakat dalam wujudkan kegiatan Bersih Desa Kucur. Semoga semua warga Desa Kucur mampu bergerak bangkit membangun ekonomi, sehingga ke depan bisa membangun dan membangkitkan cita cita serta harapan Desa dan Pemerintah Desa,” jelas Bupati Malang dalam sambutannya.
Beliau juga berharap, Bersih Desa ini dapat memberikan manfaat bagi semua, dan menjadi media pemersatu bangsa, serta menjadi wadah pelestarian budaya lokal. Disebutkan, Bersih Desa diartikan bisa membersihkan diri, hati, pikiran, lahir dan batin dari perbuatan yang melanggar ajaran agama. Bupati Malang menambahkan, kebersihan lingkungan desa harus diimbangi pula dengan kebersihan jiwa masyarakatnya. Pasalnya, sebagai masyarakat yang berbudaya, sudah sepatutnya menempatkan nilai-nilai luhur bangsa, untuk saling hormati satu sama lain.
”Setiap langkah kita semua diniati sebagai ibadah untuk selalu mematuhi,” pesannya. Seluruh warga Desa Kucur dibawah kepemimpinan Kepala Desa Abdul Karim menjadikan kegiatan Bersih Desa sebagai wujud rasa syukur atas berkah dan karunia Allah SWT, baik berkah kesehatan dan keselamatan. Tak hanya itu, sebaik-baiknya manusia bisa memberikan manfaat kepada yang lain. Tak lupa, harus mampu pertahankan kehidupan yang guyub dan gotong royong, serta yang punya kemampuan dan keahlian, bisa sodaqohkan. Saling interaksi untuk saling guyub dan bergotong royong,” jelas Bupati Malang. (Nur/Mich)










