banner 700x256

Disdikbud Kendal dan Tanoto Foundation Percepat IKM

banner 120x600
banner 336x280

Kendal, Newspatroli.com

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dsidikbud) Kabupaten Kendal bersama Tanoto Foundation mempercepat Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dengan memberikan pelatihan kepada guru pendidik di Kabupaten Kendal, Senin, (1/8/2022) bertempat di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kabupaten Kendal.

Pelatihan digelar secara hybrid dan diikuti oleh 353 sekolah dasar se-Kabupaten Kendal. Sejumlah 200 sekolah mengikuti kegiatan secara luring dan 153 lainnya secara daring melalui Zoom. Narasumber pelatihan adalah Saiful Huda dan Roly Tambunan, stakeholder Tanoto Foundation, serta 7 fasilitator daerah program PINTAR Kabupaten Kendal.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para guru pendidik di Kabupaten Kendal melalui strategi Among Siswa.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Disdikbud Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi. Dalam sambutannya ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kepala sekolah maupun satuan pendidikan yang memilih opsi IKM secara mandiri.

“Sampai saat ini di Kabupaten Kendal sudah ada 78 satuan pendidikan yang bergabung dalam Sekolah Penggerak dan 680 satuan pendidikan dari tingkat PAUD, SD, SMP, dan pendidikan kesetaraan berkomitmen sebagai sekolah pelaksana Kurikulum Merdeka secara mandiri,” ujar Wahyu.

Wahyu juga mengungkapkan perlunya peningkatan partisipasi orang tua dalam pendidikan putra-putri mereka. “Berbagai ikhtiar dan upaya terus kami lakukan agar paradigma pembelajaran baru dan peningkatan kualitas pendidikan dapat terlaksana optimal. Tentu hal ini tidak hanya diperuntukkan kepala sekolah maupun guru, namun juga orang tua,” katanya.

Baca juga :  Polresta Sidoarjo Terima Kunjungan Edukasi TK Dharma Wanita Persatuan Jabaran

Wahyu berharap, kepala sekolah dan guru dapat mengoptimalkan belajar mandiri melalui komunitas belajar dan berbagai platform yang tersedia sebagai wadah praktik baik, seperti Kendal Pintar Berbagi (KPB), Aplikasi Kepengawasan e-Kendali, serta LMS Kendal Emas.

Sementara itu, Ninik Chaeroni, Kepala Bidang Pembinaan SD menjelaskan, bahwa pada hari pertama, peserta diajak untuk mengenal pembelajaran aktif dan karakteristik mata pelajaran, menyusun tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, pertanyaan pemantik, penilaian dan modul ajar sesuai capaian pembelajaran, memahami kurikulum, memetakan capaian pembelajaran, menyusun tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran.

“Sementara pada hari kedua, peserta akan fokus pada praktik menyusun modul ajar, penilaian autentik dan diagnostik, dan di sesi akhir, peserta akan dikenalkan Platform Merdeka Mengajar (PMM),” tambah Ninik.

Ninik juga menyampaikan, dengan mengenal struktur dasar Kurikulum Merdeka seperti ini, diharapkan peserta lebih memahami pengelolaan kelas sesuai IKM.

Saiful Huda sebagai narasumber kegiatan menyampaikan, untuk tidak lanjut dari pelatihan ini, peserta akan diberi pendampingan daring penyusunan tujuan pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, dan modul ajar.

Sedangkan, Dr. Nurkolis, M. M., Koordinator Tanoto Foundation Jawa Tengah mengatakan, sebagai potret pendidikan ini, intervensi tindak lanjut dari hasil rapor harus segera disikapi. Maka, pelatihan ini menjadi bentuk optimalisasi usaha bersama dalam meningkatkan hasil rapor pendidikan. (Kominfo/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *