Dua Mahasiswa Luar Negeri Asal Kuwait dan India, Unej serta Unipar Kunjungi SLB Perpenca Wuluhan

banner 120x600
banner 336x280

Jember – News PATROLI.COM –

Suasana ceria dan penuh kehangatan tampak di ruang kelas Sekolah Luar Biasa (SLB) Perpenca Wuluhan, yang terletak di Kecamatan Wuluhan , Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Kamis 30/7/2026.

Sekolah ini kedatangan tamu istimewa, yakni 2 mahasiswa asing asal Kuwait Noor Ain  Dan Mahasiswa asal India Sukhpreet Kaur didampingi 5 Mahasiswa Unej dan Wakil Rektor Unipar Jember beserta Tim Humas Unipar, yang hadir untuk berbagi pengalaman dan belajar bersama anak-anak berkebutuhan khusus.

Kunjungan dimulai pukul 10.00 wib. Kedatangan para mahasiswa disambut meriah oleh para tenaga Pendidik SLB Perpenca Wuluhan dan 18 siswa dengan senyum sumringah dan lambaian tangan.

Meski sempat terkendala perbedaan bahasa, komunikasi terjalin cair lewat bahasa tubuh, seni, dan bantuan penerjemah dari Mahasiswa Unej dan Wakil Rektor Unipar sekaligus Pembina Perpenca Kabupaten Jember Dr. Asrorul Ma’is, ST., SPd, MPd . Para mahasiswa asal luar negeri tersebut mengajak para siswa beraktivitas bersama, memberikan Edukasi kepada Siswa Difabel Perpenca Wuluhan.

Dr. Asrorul Ma’is, ST., SPd , MPd., Selaku Pembina Perpenca Kabupaten Jember, menyampaikan apresiasi dan rasa bahagianya atas kunjungan ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari luar negeri, Unej dan Unipar, memberikan dampak positif yang besar bagi mental dan motivasi belajar anak-anak didik.

” Hari ini kita kedatangan dua Mahasiswa dari luar negeri, dari India dan dari Kuwait dalam rangka kunjungan sekolah, mereka punya program untuk menggali lebih banyak Budaya di Indonesia, karena itu Meraka datang ke SLB Perpenca Wuluhan supaya mereka tau sisi lain khususnya pendidikan Disabilitas di Indonesia.” tuturnya.

Baca juga :  RA-MI Islamiyah Sangkur Gelar Purnawiyata dan Pengajian Umum

Sekolah Luar Biasa SLB Perpenca Wuluhan yang baru saja dibuka mempunyai 18 Siswa Difabel dan Pihak Lembaga SLB Persatuan Penyandang Cacat (Perpenca) Wuluhan Meminta Agar Pemerintah Lebih Memprioritaskan serta Memperhatikan Anak Disabilitas.

“Alhamdulillah mas, setelah Satu tahun berdirinya SLB Perpenca Wuluhan ini sudah mempunyai Delapan belas Siswa, dan harapan kami Indonesia lebih memprioritaskan sesuai Undang-undang nomer 8 tahun 2016, di Jember kita sudah punya Perda nomer 7 tahun 2016, harapan kami dipermentasikan, sehingga ini tidak hanya tataran teks tapi memang benar -benar dilaksanakan karena temen-temen difabel anak bangsa dan punya hak yang sama.”pungkas Asrorul Ma’is.

Dua mahasiswa asing asal Kuwait dan India, mengaku sangat terharu dan kagum dengan semangat belajar siswa di SLB tersebut. Ia menyatakan bahwa pengalaman berinteraksi langsung dengan anak-anak istimewa ini memberikan sudut pandang baru tentang arti ketulusan dan inklusivitas dalam pendidikan.

This is an amazing experience. The students here are so talented, warm, and full of spirit,” ucap Noor dan Sukhpreet, 2 Mahasiswa Asing dengan mata berkaca-kaca.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, serta jamuan makan ringan bersama. Kunjungan ini diharapkan mampu mempererat hubungan baik lintas negara sekaligus mempromosikan kepedulian terhadap pendidikan inklusif di kancah global.(Gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *