banner 700x256

Ini Pemaparan Bupati Lamongan Soal Penanganan Covid-19 di Wilayahnya

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menerima cendera mata dari peserta Serdik Sespimment.
banner 120x600
banner 336x280

Lamongan, Newspatroli.com

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengungkapkan dua kunci utama keberhasilan Kabupaten Lamongan dalam penanganan pandemi Covid-19. Ia menyampaikan hal tersebut saat Serdik Sespimment (Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah) Polri melakukan audiensi.

“Sejak awal banyak sekali yang bertanya kok lebih baik daripada kota sebelah-sebelahnya? Kuncinya hanya dua. Kunci pertama tentu upaya sinergitas 3 pilar (Pemerintah, TNI, Polri), serta dukungan dari masyarakat Kabupaten Lamongan, dua kunci ini benar-benar efektif. Kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat, begitu pula masyarakat sangat mendukung upaya pemerintah,” ujarnya di Lamongan, Senin (20/9)

Ia memaparkan, koordinasi terus dilakukan baik dari rencana yang akan dilakukan oleh polres maupun kodim dengan pemerintah, sehingga rencana yang telah disusun matang itu memiliki satu kesatuan dan tujuan yang sama. 

“Kami (pemerintah) bersama kodim dan polres pasti memiliki target kegiatan dalam penanganan Covid-19. Itu terus kami koordinasikan sehingga menjadi satu kesatuan, tidak jalan sendiri-sendiri. Kemudian setelah dilakukan kegiatan aksi, kami juga melakukan evaluasi menyeluruh, artinya itu yang bisa melandaikan angka Covid-19 di Lamongan,” paparnya.

Baca juga :  Jelang Iduladha, Jateng Gencarkan Layanan Kesehatan Hewan Keliling Cegah Penyakit Ternak

“Meski pada awalnya sulit, bukan masyarakat saja yang kesusahan, kita saja juga awalnya berat. Tapi lambat laun masyarakat mengerti dan tidak sulit diatur, bahkan sangat mendukung upaya pemerintah dalam memerangi Covid-19,” tuturnya menambahkan.

Meski kondisi yang sudah baik, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus waspada dan berupaya agar tidak ada lonjakan kembali kasus Covid-19. Upaya sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan terus digiatkan untuk mencegah penyebaran virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina, itu.  (Msr/Har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *