banner 700x256

Jalan Kabupaten dari Desa Songgon Menuju Dusun Pelantaran sepanjang 1,7 Km Hancur Total

banner 120x600
banner 336x280

Banyuwangi – News PATROLI.COM –

Jalan Kabupaten dari Desa Songgon menuju Dusun Pelantaran Desa Bayu, merupakan jalan Poros menuju Perkebunan Bayu Lor dan Bumisari.

Dari investigasi News Patroli jalan tersebut hancur total, aspal yang ada mengelupas menjadi tanah liat.

Dari konfirmasi beberapa Nara sumber pada Hari Minggu, 22/03/2026 09:30 pada News Patroli di warung rujak Supono, 60 Dusun Pelantaran mengatakan, “Pemerintah Kabupaten Bertanggung Jawab
Untuk jalan kabupaten yang hancur total, pemerintah kabupaten (melalui Bupati atau pejabat yang ditunjuk, seperti Dinas PU atau Dishub) berwenang atas penyelenggaraannya, termasuk perawatan dan perbaikan jalan Kabupaten ini.” Tandasnya kompak

Nara sumber menambahkan Mereka (Bupati dan Dinas terkait, red) wajib segera memperbaiki jalan rusak yang membahayakan pengguna, sesuai UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Cara Menuntut Hak
Jika terjadi kecelakaan akibat jalan rusak, bisa menggugat secara perdata atau pidana ke Bupati/Dinas terkait kabupaten setempat.

Baca juga :  Hearing Komisi I DPRD Banyuwangi Bahas Pemberhentian Kepala Dusun Kopenlangi Berjalan Singkat

Laporkan juga ke Ombudsman untuk pengawasan maladministrasi. Perbedaan Kewenangan Jalan kabupaten/kota: Kewenangan Bupati/ wali kota (marka putih). Jalan provinsi: Gubernur (marka kuning), Jalan nasional: Kementerian PUPR.

Berdasarkan konfirmasi Kepala Desa Bayu, Ir. Yulia Herlina ST (Akrab di panggil, Yuli, red) melalui Sekdes Desa Bayu, Panoto via WA pada News Patroli hari Minggu, 22/03/2026, 11:19 menjelaskan : “Jalan Plantaran Songgon adalah jalan kabupaten sudah 22 tahun tidak ada perbaikan, tingkat kerusakan 85 % banyak yang berlubang dalam dan sering terjadi kecelakaan terutama pengendara sepeda motor, kalau mobil sering benturan dengan body, sudah kami ukur panjang jalan yang rusak 1,7 km yang tergolong parah dan itu sudah kami ajukan setiap tahun namun belum ada respon dari pihak manapun,”katanya mengakhiri perbincangan. **IR Rogojampi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *