banner 700x256

Marga Buay Bulan Datangi Rumdis Ketua DPRD Lampura, Ada Apa?

banner 120x600
banner 336x280

Lampung Utara – News PATROLI.COM –

Puluhan masyarakat dan tokoh adat Marga Buaybulan mendatangi rumah jabatan dinas Ketua DPRD Lampung Utara (Lampura), Wansori, Minggu (19/03/2023).  Kedatangan mereka terkait dan tindak lanjut perihal video ancaman sengketa tanah perbatasan oleh oknum anggota DPRD Joni Bedyal beberapa bulan yang lalu. 

Kedatangan mereka disambut langsung oleh Ketua DPRD Lampura Wansori di rumah dinasnya.

Wansori mengatakan terkait peristiwa salah paham antara Joni Bedyal yang merupakan Anggota DPRD terhadap masyarakat Marga Buaybulan beberapa bulan yang lalu kini sudah selesai. 

“Hari ini kita bersama-sama mengan jejamo, dengan marga Buaybulan, dan kita sepakat bahwa ini hanya selisih paham antara Marga Buaybulan,” katanya.

Menurutnya dengan adanya persamaan pendapat antara Marga Buaybulan dan Muarasungkai ini, menjadi hikmah bagi masyarakat untuk menghargai perbedaan dan menjadi ajang silaturahmi masyarakat.

“Atas nama masyarakat Lampung Utara, saya secara pribadi maupun kelembagaan DPRD, menyampaikan permohonan maaf. Agenda ini menjadi hikmah sebagai tempat bersilaturahmi dengan agenda ‘mengan jejamo’ seluruh masyarakat Buaybulan dan masyarakat Muarasungkai. Kita intinya dalam satu kesatuan,” tegasnya.

Masih kata politisi Demokrat ini untuk permasalahan pelaporan yang dilakukan Marga Buaybulan ke Mapolres Tulangbawang Barat, sudah diklarifikasi dan segera dilakukan pencabutan perkara. Dalam waktu dekat ini akan diselesaikan,” imbuhnya.

Sementara, Joni Bedyal menambahkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya karena pernyataan yang sempat memancing kegaduhan di masyarakat Marga Buaybulan. 

“Tidak ada maksud hati untuk mengecilkan Marga Buaybulan, tapi sebagai upaya mendorong kementerian untuk menyelesaikan permasalahan itu, dan saya memohon maaf atas ucapan lisan yang sudah saya ucapkan, mohon maaf yang sudah terjadi,” katanya.

Baca juga :  Bupati Lampung Utara Tekankan Koordinasi Lintas Sektor Efektif

Saat disinggung mengenai pertemuan dengan empat kepala tiyuh di Tubaba, dirinya membantah bahwa tidak ada pemberian uang terhadap kepala tiyuh. 

Sementara tokoh masyarakat Marga Buaybulan, Kadarsyah, menyambut baik dan mengapresiasi permohonan maaf yang disampaikan Ketua Komisi III DPRD Lampura, Joni Bedyal. Menurutnya, tak ada salah dan benar dalam perkara tersebut.

Namun, semua yang terjadi menjadi ajang silaturahmi keluarga, baik Marga Buaybulan yang ada di Lampura maupun di Tubaba.

“Tidak ada Marga yang ada di bumi ini yang lebih rendah atau lebih tinggi, kita saling menghargai, harus menghargai persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Dia juga menjelaskan secara gamblang jika wilayah Lampura awalnya mencakup Kabupaten Tulangbawang, Tubaba, Lampung Barat, Pesisir Barat, Waykanan, Mesuji.

“Namun, karena ada pemekaran maka terbentuklah kabupaten – kabupaten lainnya. Namun pada intinya kita semua masih satu pada awalnya,” ujarnya.

Meski begitu, terkait laporan polisi yang disampaikan ke Mapolres Tulangbawang Barat, Kadarsyah mengatakan, jika yang dilakukan sebagai upaya pengakuan dari semua pihak, jika Marga Buaybulan masih ada dan berkembang.

“Bukan bermaksud menunjukkan taring, tapi upaya saling berkomunikasi untuk kemajuan bersama,”ringkasnya seraya menyebut pihaknya sudah memaafkan demi kebaikan bersama. (ADV/Heri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *