banner 700x256

Menjaga Kota Pahlawan Tetap Damai, Seruan Samuel Teguh Santoso Jelang Aksi Demonstrasi

Keterangan foto: Ketua Perindo Kota Surabaya Sekaligus Advokat PERADI, Samuel Teguh Santoso SH., MH., M.Psi. bersama Pimpinan YPP Al Kholiqi Rehabilitasi Pecandu Narkoba, H. Abdul Kholiq
banner 120x600
banner 336x280

Surabaya – News PATROLI.COM –

Ketegangan sosial dan dinamika politik kembali mengemuka di Kota Pahlawan menjelang rencana aksi demonstrasi lanjutan yang diperkirakan akan melibatkan ribuan massa. Di tengah situasi ini, Ketua Partai Perindo Kota Surabaya sekaligus Advokat PERADI, Samuel Teguh Santoso, SH., MH., M.Psi., MM., menyerukan imbauan tegas agar seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan warga Surabaya.

Dalam pernyataan resminya, Minggu (31/8/2025), Samuel mengajak masyarakat untuk bersikap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan mengedepankan persatuan.

“Surabaya adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga agar tidak terjadi kerusuhan atau tindakan anarkis. Kerukunan lintas agama dan suku harus selalu diutamakan,” tegas Samuel.

Situasi sosial politik Surabaya tengah berada di persimpangan penting. Informasi yang beredar menunjukkan adanya potensi penyusupan pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan aksi demonstrasi untuk memicu kericuhan dan menciptakan ketidakstabilan.

Menyadari risiko ini, Samuel menekankan bahwa demonstrasi adalah hak konstitusional setiap warga negara, tetapi pelaksanaannya harus mengedepankan kepentingan bersama, bukan dijadikan alat untuk memecah belah persatuan.

“Saya menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi. Jangan sampai ada penjarahan, pembakaran, atau tindakan pidana lainnya yang justru merugikan warga sendiri,” jelasnya.

Sebagai salah satu figur publik di Surabaya, Samuel menilai bahwa menjaga situasi kondusif bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga peran aktif tokoh politik, tokoh agama, dan pemuka masyarakat. Ia mendorong sinergi antara pemerintah, kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat dalam memastikan demonstrasi berjalan damai dan tertib.

Baca juga :  Bapenda Kabupaten Mojokerto Telah Mendistribusikan SPPT PBB-P2 Tahun 2026 ke Seluruh Desa

“Kalau aparat dan masyarakat bekerja sama, kita bisa memastikan aksi ini tetap damai. Tugas kita adalah melindungi warga, bukan memperburuk keadaan,” ungkapnya.

Samuel menegaskan bahwa kerukunan warga Surabaya adalah modal sosial terbesar yang tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan politik sesaat. Perbedaan suku, agama, dan latar belakang seharusnya menjadi kekuatan yang memperkaya identitas kota, bukan pemicu perpecahan.

“Perbedaan adalah kekuatan, bukan alasan untuk saling bermusuhan. Kalau Surabaya aman, damai, dan tertib, maka kita semua yang akan merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Dengan menjaga kebersamaan dan menolak provokasi, kata Samuel, Surabaya dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam hal toleransi, solidaritas, dan persatuan.

Menutup pernyataannya, Samuel menyerukan agar masyarakat tidak terpancing isu dan informasi hoaks yang beredar di media sosial. Menurutnya, keamanan kota harus menjadi prioritas utama, dan Surabaya harus membuktikan diri sebagai kota damai yang menjunjung tinggi nilai persatuan.

“Mari kita buktikan bahwa Surabaya adalah kota damai, kota yang menjunjung persatuan, dan kota yang menolak segala bentuk anarki,” pungkasnya.

Dengan imbauan ini, Samuel berharap Surabaya tetap kondusif di tengah memanasnya dinamika sosial dan politik. Semua pihak diharapkan berperan aktif menciptakan ketenangan, demi menjaga marwah Kota Pahlawan sebagai simbol keberanian sekaligus pusat toleransi di Indonesia. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *