Madiun. Newspatroli.com
Dengan keterbatasan fisik yang dimiliki, Nor Hidayati warga RT. 01 / RW. 01 Dusun Pule, Desa Ketandan, Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun harus berjuang menghidupi keluarga.
Dalam kehidupan yang serba sederhana, Ibu muda ini harus merawat 2 orang terdekatnya yang diketahui sedang sakit. Pertama anak semata wayangnya menderita hidrosefalus dan yang kedua neneknya menderita stroke. Untuk mencukupi kebutuhan sehari – hari ia hanya mampu berpangku pada uluran tangan warga sekitar.
Nor Hidayati menceritakan jika anaknya dilahirkan di RSUD Dolopo pada 12 November 2020 silam. Ghibran nama panggilan si bayi mengalami penyakit hidrosefalus alias pembesaran kepala sejak lahir.

“Dulu waktu masih dalam kandungan, Dokter sudah mengingatkan jika kondisi janin sedang tidak baik dan disuruh untuk melakukan lahiran lebih awal, ” ujar Nor pada Patroli News, Senin (7/6/2021).
Lebih menyesakkan lagi, entah apa yang terbesit dalam benak suami Nor yang bernama Septian Jefri Adi Saputra. Ketika ia harus berjuang untuk membesarkan buah hatinya, sang suami justru pergi meninggalkannya.
“Sudah sekitar 3 bulan suami pergi tanpa ada masalah dan saya langsung ditinggal saja tanpa alasan yang jelas,” ujar Nor sembari meneteskan air mata.
Dari kondisi tersebut ia menambahkan jika sudah pernah dirujuk ke RSUD dr.Soedono Madiun. Kendati demikian kondisi anaknya belum mengalami perubahan yang signifikan.

“Dulu pernah sekali dioperasi. Namun, sekarang kondisinya terkadang kejang – kejang dan muntah. Tiap hari jumat Ghibran selalu rutin melakukan check di puskesmas. Ghibran sendiri ada semacam selang didalam kepalanya. Sehingga perlu ke hati – hatian saat menggendongnya,” imbuh Nor.
Dengan segala keterbatasan biaya, ia hanya bisa terus berjuang merawat buah hatinya. Untuk hidup sehari-hari ia hanya mengharap dari belas kasih tetangga sekitar.

Sementara itu, Ketua RT setempat Arjo Surip menuturkan jika beberapa bentuk perhatian baru dilakukan oleh Pemerintah. Salah satunya Dinas Sosial Kabupaten Madiun dan para relawan yang memberikan sembako.
Semoga perhatian Pemerintah lebih intens lagi kepada keluarga Nor Hayati. Segera ada penanganan dari pihak Kesehatan untuk buah hatinya. (Bud/Mar)
















