banner 700x256

Pulihkan Ekonomi Lewat Pariwisata, Bupati Yuhronur Efendi Canangkan Gerakan Ayo Dolen Nang Lamongan

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi tepat di Hari Pariwisata Internasional mencanangkan gerakan "Ayo Dolen Nang Lamongan"
banner 120x600
banner 336x280

Lamongan, Newspatroli.com

Bertepatan dengan peringatan Hari Pariwisata Internasional, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mencanangkan gerakan “Ayo Dolen Nang Lamongan”.

Gerakan tersebut sebagai salah satu upaya untuk pemulihan ekonomi masyarakat, setelah berhasil mengendalikan kasus penyebaran Covid-19.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan, sektor pariwisata memegang peranan yang begitu besar untuk dapat mendongkrak pemulihan ekonomi yang lesu akibat pandemi Covid-19.

Selain memberikan kontribusi terhadap Penghasilan Asli Daerah (PAD), sektor pariwisata juga turut menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar lokasi wisata.

Tepat hari ini Hari Pariwisata Internasional. Pembangunan wisata di Lamongan cukup bagus, kontribusi untuk PAD cukup dominan, tapi itu sebelum pandemi.

“Nah saat ini kami akan memulai lagi, menggairahkan lagi kehidupan pariwisata. Kita gairahkan lagi pariwisata milik desa, pemerintah maupun swasta untuk manarik wisatawan ke Lamongan,” kata Yuhronur, saat pencanangan gerakan Ayo Dolen Nang Lamongan, di Cafe Marina Wisata Bahari Lamongan (WBL), Senin (27/9/2021).

Bupati Yuhronur menambahkan, ke depan pihaknya juga akan mendorong pembangunan pariwisata melalui Program Rama Sinta atau pariwisata ramah dan terintegrasi.

Baca juga :  Pariwisata Bojonegoro Makin Diminati, Water Park Primadona Wisatawan

Artinya, bisa menghadirkan apapun jadi sektor wisata. Misalnya pertanian bisa jadi agrowisata, kemudian heritage tourism. Bahkan olahraga bisa dikolaborasikan dengan pariwisata dalam bentuk sport tourism. Termasuk terintegrasi dengan kuliner.

Namun Yuhronur menekankan, pembangunan pariwisata di Lamongan tidak boleh melupakan norma-norma yang ada. Misalnya norma budaya, norma lingkungan dan sebagainya.

“Pembangunan pariwisata harus berbasis norma budaya, artinya kalau kita bangun pariwisata tidak boleh bertentangan dengan budaya lokal,” katanya.

Berbasis norma lingkungan, tidak boleh mengganggu lingkungan, berbasis norma masyarakat, pembangunan pariwisata memberi manfaat yang lebih besar adalah untuk masyarakat.

Pihaknya berharap, berbagai upaya tersebut dapat membangkitkan kembali gairah pariwisata Lamongan, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Bersamaan Hari Pariwisata Internasional, sekaligus untuk menarik wisatawan, Yuhronur mencanangkan gerakan Ayo Dolen Nang Lamongan.

“Semoga gerakan ini bisa menggairahkan kembali geliat pariwisata di Lamongan,” pungkasnya. (Msr/Har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *