Denpasar, Newspatroli.com
Gubernur Bali Wayan Koster akan memanggil manajemen hotel hingga restoran yang ada di Bali terkait penggunaan produk arak Bali.
Ia mengatakan, minimal 50 persen produk arak Bali harus ada di hotel hingga restoran. Tujuannya agar arak Bali semakin maju dan manfaat ekonominya bisa dirasakan.
“Jadi semuanya harus punya niat untuk meningkatkan kualitas produk arak Bali termasuk kemasannya.
Saya akan buka aksesnya, hotel, restoran, supermarket, bandara dan lainnya,” ujar Koster, Selasa, 2 Agustus 2022.
Koster juga mengatensi khusus peredaran arak gula pasir yang selama ini merusak kualitas Arak Bali.
“Untuk itu, saya minta tertib semua. Di hulu harus dijaga produksinya. Kalau ada arak gula pasir, kita terabas,” katanya saat bertemu stakeholder arak Bali Ruang Rapat Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar.
“Jangan dibiarkan arak gula pasir merusak kualitas produk arak Bali yang sedang kita branding,” sambung mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari PDI Perjuangan.
Koster meminta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Wayan Jarta untuk mulai meningkatkan produksi tuak.
Koster ingin peremajaan mulai dari menanam sumber bahan bakunya seperti kelapa, enau, hingga lontar.
Kepada asosiasi dan seluruh stakeholder arak Bali harus menjalankan ekonomi gotong-royong agar semuanya mendapat manfaat. Membeli bahan baku tuak di petani juga harus naik.
Jangan sampai petaninya merasakan tidak mendapat keadilan. Kita harus sama-sama hidup bahagia, hidup memberi manfaat.
Mari Kita rangkul, kalau produsen arak maju, petani maju, semua bahagia. Maka saya akan ikut merasakan bahagia.
Ayo Kita bikin kekuatan kolektif untuk mewujudkan arak Bali sebagai minuman ketujuh spirit dunia,” demikian papar Koster Kepada Newspatroli.com
Gubernur Koster meminta para asosiasi dan seluruh stakeholder arak Bali tertib dalam memproduksi arak agar sesuai dengan pelaksanaan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020.
Koster ingin mereka menciptakan desain kemasan arak Bali yang berkualitas, dimulai dari penempatan Aksara Bali untuk merk produk arak.
Ia minta asosiasi membranding tampilan produk arak Bali dengan simpel, memiliki kombinasi warna yang hidup.
Selain itu terdapat cetakan label yang lebih berkualitas, hingga menampilkan desain berciri khas Bali, dan botol minumannya harus produk lokal bukan impor.
Bikinlah kemasan yang keren, apalagi saya terus meng-endorse produk arak Bali ini ke setiap duta besar, menteri, hingga tamu kehormatan Gubernur Bali yang datang ke Jayasabha.
Saya memberikannya souvenir berupa produk arak Bali, lalu saya ajak foto bersama hingga saya jamu dengan kopi tanpa gula campur arak,” kata Koster.
Ia mengatakan, dengan penggunaan Aksara Bali, maka produk arak Bali akan memiliki ciri khas yang tidak bisa ditiru, berkarisma, dan menambah nilai kesakralan pada produk tersebut.
“Masih banyak yang saya lihat belum pakai Aksara Bali. Kalau sudah pakai Aksara Bali, produknya akan naik kelas.
Jadi jangan anggap remeh Aksara Bali ini, tandingannya adalah Aksara Jepang, China, hingga Korea.
Sekali lagi Saya minta semua yang belum pakai, harus gunakan Aksara Bali, kalau tidak, tidak akan Saya endorse,” papar Koster.(Dedy)
















