banner 700x256

Stok Beras Nasional Tembus 3,2 Juta Ton, Perum Bulog Jamin Jelang Ramadan Aman

banner 120x600
banner 336x280

Lombok Utara – News PATROLI.COM –

Perum Bulog memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dalam kondisi aman dan terkendali menjelang Ramadan hingga Idul Fitri. Kepastian tersebut didasarkan pada stok beras nasional yang mencapai 3,2 juta ton, yang diklaim sebagai rekor tertinggi ketersediaan beras di awal tahun sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan panic buying menghadapi potensi peningkatan permintaan saat hari besar keagamaan. “Kami yakinkan kepada publik lokal, khususnya NTB maupun nasional untuk stok beras sampai dengan hari ini mencapai 3,2 juta ton, ini adalah stok tertinggi di awal tahun selama Indonesia merdeka,” ujarnya, Jumat (30/1).

Selain beras, Bulog juga telah menyiapkan komoditas penting lain seperti minyak goreng dan gula pasir untuk mendukung kebutuhan pasar. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden serta hasil koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Baca juga :  Jateng Dominasi Deretan Kota-Kabupaten Paling Maju di Indonesia

“Jadi masyarakat tidak perlu bimbang dan ragu, khusus beras dan minyak goreng saya sampaikan, bulog siap mendukung untuk kesiapan menjelang bulan suci ramadhan, termasuk persiapan idul fitri,” terangnya.

Untuk menjaga stabilitas harga, Bulog membangun sinergi dengan Satuan Tugas Pangan yang melibatkan unsur Polri dan TNI di setiap wilayah. Kerja sama ini dilakukan melalui pengawasan pasar dan pelaksanaan operasi pasar.

“Bagaimana kita akan melakukan sidak-sidak ke pasar, kemudian bulog akan melaksanakan operasi pasar dengan memberikan penjualan beras dengan harga paling murah,” tuturnya.

Dengan cadangan pangan yang melimpah dan pengawasan aparat di lapangan, pemerintah optimistis stabilitas harga dapat terjaga dan inflasi pangan dapat ditekan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. “Harapannya nanti masyarakat dapat membelanjakan belanjaanya di pasar-pasar dengan harga sangat murah, sehingga tidak membebani masyarakat untuk acara ramadhan maupun idul fitri kedepan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *