Jember, Newspatroli.com
Dalam rangka meningkatkan sinergitas antar Destana yang ada dikecamatan Wuluhan, Ketua kecamatan Tanguh Bencana adakan pelatihan dasar kebencanaan, yang bertempat di Desa Ampel .Turut hadir dalan kegiatan ini camat Wuluhan Gatot Esos, ketua kecamatan Tanguh Bencana Edi S, juga dihadiri perwakilan Destana semua desa yang ada dikecamatan Wuluhan.

Ketua Kecamatan Tanguh Bencana Wuluhan, Edi Suriyanto dalam keterangannya mengatakan, Tujuan pelatihan dasar kebencanaan kali ini yaitu untuk memberikan informasi juga sosialisasi pada masyarakat tentang tanggap kebencanaan baik alam ataupun non alam. Diharapkan melalui kegiatan semacam ini bisa memperkuat kerjasama antar DESTANA dilingkup kecamatan juga luar kecamatan Wuluhan.

Dalam keterangan lanjut Edi S. mengatakan, saat ini sudah terbentuk DISTANA dari semua desa yang ada dikecamatan Wuluhan (ada tujuh desa).Dan secara continue akan memberikan pembekalan pelatihan pelatihan pada masing masing DESTANA, seperti cara evakuasi, mitigasi juga pelaporan dll.Ditanya Newspatroli.com soal informasi BMKG terkait Gempa 8,6 magnitudo dan Tsunami 29 meter, Edi S. mengatakan, kegiatan pelatihan seperti ini boleh dibilang jemput bola, maksudnya Kecamatan Tangguh Bencana secara continue akan memberikan informasi, edukasi juga pelatihan pada setiap DESTANA agar benar benar terbentuk sebuah desa yang siap dan tangguh akan bencana.pungkas Edi.

Ketua DESTANA desa Ampel Kecamatan Wuluhan, Irham Efendi mengatakan, Desa Ampel saat ini sudah terbentuk struktur kelembagaan DESTANA, dan sudah beberapa kali mengadakan pembinaan dan pelatihan, seperti pelatihan cara evakuasi, pelaporan kejadian dan mitigasi.Selain itu juga diberikan pembekalan tentang Titik Kumpul dan Arah Evakuasi apabila terjadi gempa tsunami.

Beberapa hari ini DESTANA membeli 100 pelampung, yang pasti dari dana APBD.Ditanya soal Mega trans Tsunami, Irham E. mengatakan, memang banyak pertanyaan masyarakat terkait itu, tapi kalau menurut saya, semua sudah ada yang mengatur, namun kita juga harus menghargai ilmu, yang penting kita sudah melakukan antisipasi baik melalui pelatihan juga simulasi dll.Karena menurut sumber berita yang pernah saya terima, BMKG mengatakan berpotensi bukan Prediksi, jelas Irham. ( Sgh)










