banner 700x256

Tempat Keramaian Menjadi Sasaran Vaksinasi di Ponorogo

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Ponorogo drg. Heni Lastari
banner 120x600
banner 336x280

Ponorogo, Newspatroli.com

Berbagai Upaya baru dilakukan Satgas Vaksin Ponorogo untuk percepatan vaksinasi di bumi reyog. Selain memasifkan vaksinasi setiap hari oleh puskesmas-puskesmas, vaksinasi juga menyasar ke tempat-tempat keramaian..

“Vaksinasi juga akan kita lakukan di tempat-tempat keramaian di Ponorogo,” kata Kabid Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo drg. Heni Lastari.

Titik keramaian itu salah satunya jalan Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto di Kelurahan Bangunsari  yang merupakan malioboro-nya Ponorogo. Yakni di jalan yang dulu bernama jalan Soekarno-Hatta itu, vaksinasi dilakukan setiap malam minggu. Tempatnya di rumah dinas Sekretaris Daerah (Sekda) atau sebelah utara SMPN 6 Ponorogo.

“Di jalan HOS Cokro nanti vaksinasinya dipusatkan di rumah dinas Pak Sekda,” ungkap Heni.

Selain di jalan HOS Cokroaminoto, vaksinasi ditempat keramaian juga dilakukan di acara car free day (CFD) di Jalan Suromenggolo setiap hari Minggu. Tempat vaksinasinya di halaman Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Singodimedjo. Dengan inovasi seperti ini, memudahkan warga untuk mengetahui lokasi vaksinasi. Selain itu, mereka akhirnya tahu jadwal-jadwalnya.

“Langkah seperti ini efektif, banyak warga yang akhirnya melakukan vaksinasi di pusat-pusat keramaian,” katanya.

Untuk diketahui, satgas vaksin Ponorogo juga melakukan percepatan vaksinasi terhadap lanjut usia (lansia). Sebab, capaian vaksinasi untuk lansia di Ponorogo, untuk dosis pertama masih mencapai 30,07 persen. Sedangkan untuk vaksin dosis duanya masih diangka 14,80 persen. Srategi yang dilakukan untuk percepatan vaksinasi lansia ini, salah satunya dengan vaksinasi dilakukan setiap hari oleh 31 puskesmas di bumi reyog.

Baca juga :  DPRD Sampang Nilai Miskomunikasi Picu Polemik Dugaan Malpraktik RS Ninditha

“Jadi setiap hari setiap puskesmas minimal melakukan vaksinasi di satu desa,” ungkap Heni.

Untuk jumlah sasarannya pun tergantung kecukupan vaksin yang ada di Dinkes Ponorogo. Misalnya jika suatu puskesmas bisa melakukan vaksinasi sebanyak 100 hingga 500 lansia, ya itu yang harus dilakukan setiap hari.

“Saat ini di Kabupaten Ponorogo stok vaksinnya masih 80 ribu. Jumlah tersebut dari berbagai jenis vaksin untuk dosis pertama dan kedua. Baik itu vaksin Sinovac atau AstraZeneca,” katanya.

Heni optimistis dengan strategi itu, hingga akhir tahun, capaian vaksinasi untuk lansia bisa mencapai 40 persen lebih. Sehingga memungkinkan besar nantinya bisa turun ke PPKM level 2. Sebab, dari Pemerintah Pusat memang menekankan untuk di level tersebut.

“Pengennya kita ya level 1, capaiannya bisa diatas 70 persen dan lansia 60 persen. Tetapi kendalanya datang dari stok vaksinnya. Kita akan maksimalkan kemampuan, kejar target harus. InsyaAllah kalau tiap puskesmas setiap hari melaksanakan vaksinasi akan tercapai,” pungkasnya. (Why/Ktm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *