banner 700x256

Wabup Sidoarjo Takziah ke Rumah Balita Korban Terseret Arus Sungai Kalidawir, Tekankan Pengawasan dan Keamanan Lingkungan

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga almarhum Gibran Septian (2) di Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Senin (13/4/2026). Balita tersebut ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat terseret arus Sungai Kalidawir selama enam hari.

Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, hadir langsung di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga korban. Kehadirannya didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo Sabino Mariano dan Camat Tanggulangin Arie Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Hj. Mimik menyampaikan rasa duka mendalam atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Ia mengapresiasi ketegaran keluarga yang telah mengikhlaskan kepergian sang anak sebagai bagian dari ujian dari Tuhan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan keikhlasan. Alhamdulillah, jenazah ananda ditemukan dalam keadaan utuh, dan pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai ujian dari Allah SWT,” ungkapnya.

Peristiwa tragis ini sekaligus menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, khususnya terkait aspek keselamatan di kawasan permukiman yang berdekatan dengan aliran sungai. Hj. Mimik menegaskan bahwa pengawasan di wilayah rawan harus diperkuat guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.

Baca juga :  Wakapolsek Tanggulangin Bersama Satpol PP Sigap Tangani Jalan Berlubang di Fly Over Wates

“Ke depan, permukiman yang berada di bantaran sungai harus mendapatkan perhatian lebih. Pengawasan dan langkah-langkah pengamanan harus diperketat. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan upaya pencegahan berjalan optimal,” tegasnya.

Selain itu, Hj. Mimik juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam meningkatkan pengawasan terhadap anak usia dini. Menurutnya, anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, khususnya terhadap air, namun belum memahami sepenuhnya risiko bahaya di sekitarnya.

“Pengawasan orang tua terhadap balita harus ditingkatkan. Anak-anak di usia tersebut sangat aktif dan rasa ingin tahunya besar, sementara mereka belum memahami potensi bahaya. Karena itu, peran orang tua dan lingkungan sekitar menjadi sangat penting,” pungkasnya. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *