banner 700x256

Pemkab Mojokerto Gelar Tasyakuran Hari Jadi ke-733 Tahun 2026 Dengan Kenduri Tumpeng serta Do’a Bersama

Bupati Gus Barra menyampaikan sambutannya pada acara malam tasyakuran hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke - 733 di Pendopo Graha Majatama
banner 120x600
banner 336x280

Mojokerto – News PATROLI.COM –

Malam tasyakuran hari jadi Kabupaten Mojokerto ke-733
dilaksanakan pada Jumat (08/05/2026) malam di Pendopo Kabupaten Mojokerto berlangsung Hidmat dan dihadiri langsung oleh Bupati Mojokerto Dr H Muhammad Al-Barra didampingi Wakil Bupati dr. Muhammad Rizal Oktavian bersama Sekdakab Drs Teguh Gunarko, para OPD dan seluruh elemen masyarakat serta Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

Bupati Mojokerto H. Muhammad Al – Barra ( Gus Barra ) dalam sambutannya menyampaikan bahwa usia 733 tahun merupakan perjalanan sejarah yang sangat panjang bagi daerahnya. Menurutnya, sejarah Kabupaten Mojokerto tidak bisa dilepaskan dari perjuangan Raden Wijaya.

Dijelaskan oleh Bupati Gus Barra bahwa Sejarah besar ini diawali dari Raden Wijaya yang berhasil mengusir tentara Tar Tar dari Bumi Majapahit, kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit,” tutur Bupati di hadapan para tamu undangan.

Bupati Gus Barra ini menegaskan bahwa Kerajaan Majapahit memiliki masa kejayaan yang luar biasa dan menjadi kebanggaan nusantara. ” Warisan kejayaan tersebut menjadi fondasi kuat hingga hari Ini Mojokerto terus tumbuh menjadi daerah yang tangguh dan berkembang, ” jelas Bupati Gus Barra.

Dijelaskan oleh Bupati Gus Barra, bahwa pada malam hari ini, tidak hanya Kabupaten Mojokerto yang menggelar kenduri, tetapi seluruh rakyat Indonesia di berbagai kabupaten juga melakukan tradisi serupa. ” Kenduri tumpeng menjadi wujud syukur sekaligus sarana untuk mempererat kebersamaan antar warga, ” kata Gus Barra.

Bupati Gus Barra juga menjelaskan bahwa kenduri memiliki makna sebagai sarana berkumpul dan memperkuat silaturahmi antar masyarakat. Sementara itu, tumpeng mengajarkan filosofi mendalam tentang kehidupan.

“Tumpeng mengajarkan kita agar dalam setiap langkah, kita harus menjalani dengan sungguh sungguh, penuh tanggung jawab, dan tidak setengah setengah,” katanya.

Menurut Bupati Gus Barra Peringatan hari jadi ke 733 ini mengusung tema Mojokerto Berdaya Rakyat Sejahtera Pembangunan Merata. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi Kabupaten Mojokerto saat ini, terutama di tengah tantangan perekonomian yang belum sepenuhnya

Gus Bupati mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto untuk tetap berdaya dan mencurahkan segala daya upaya demi kemajuan daerah, dan Mojokerto Berdaya dimaknai sebagal masyarakat yang memiliki kemandirian, kekuatan, serta semangat untuk terus maju tanpa bergantung pada pihak lain.

Adapun pembangunan merata memiliki arti bahwa hasil pembangunan harus dapat dirasakan oleh semua lapisan rakyat, Pemerataan tersebut mencakup seluruh wilayah, baik yang berada di perkotaan maupun di pelosok kabupaten.

Baca juga :  Tambahan Penghasilan Pegawai, Sekda Lampura: Bukan Sekadar Insentif, Tapi Penggerak Reformasi Birokrasi

Dijelaskan oleh Bupati Gus Barra bahwa Tumpeng mengajarkan kita agar dalam setiap langkah, kita harus menjalani dengan sungguh sungguh, penuh tanggung jawab, dan tidak setengah setengah. ” Peringatan hari jadi ke 733 ini mengusung tema Mojokerto Berdaya Rakyat Sejahtera Pembangunan Merata. Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi Kabupaten Mojokerto saat ini, terutama di tengah tantangan perekonomian yang belum sepenuhnya stabil. Wisata Sejarah Mojokerto,” ucap Bupati Gus Barra.

Gus Bupati mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto untuk tetap berdaya dan mencurahkan segala daya upaya demi kemajuan daerah.

Adapun pembangunan merata memiliki arti bahwa hasil pembangunan harus dapat dirasakan oleh semua lapisan rakyat. Pemerataan tersebut mencakup seluruh wilayah, baik yang berada di perkotaan maupun di pelosok kabupaten.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga menyampaikan sejumlah capaian positif yang berhasil diraih selama setahun terakhir.

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto saat ini tercatat 77,46 persen, angka tersebut berada di atas rata rata nasional dan menunjukkan kualitas hidup masyarakat yang semakin baik.

Angka penduduk miskin tercatat sebesar 8,79 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka berada di angka 3,49 persen. Kedua capaian tersebut masih berada di bawah rata rata Provinsi Jawa Timur, sehingga menjadi indikator keberhasilan program pengentasan kemiskinan dan perluasan lapangan kerja.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto tahun 2025 juga menunjukkan tren positif dengan capaian 5,59 persen.

Pertumbuhan tersebut kata Gus Barra menandakan bahwa kondisi pemerataan ekonomi di masyarakat makin membaik dari tahun ke tahun. Angka harapan hidup masyarakat Kabupaten Mojokerto pun meningkat hingga mencapai 75,28 tahun, bahkan semua capalan ini adalah hasil kerja keras, gotong royong, dan kolaborasi dari seluruh rakyat Kabupaten Mojokerto,” lanjut Gus Barra.

Diakhir sambutannya Gus Barra berharap peringatan hari jadi yang ke 733 tahun ini dapat menjadi penyemangat baru bagi semua piha dan Momentum bersejarah ini diharapkan mampu mendorong pemerintah dan masyarakat untuk terus bersinergi membangun Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, berdaya, dan sejahtera ( Rin / ADV )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *