Kota Blitar, NewsPATROLI.COM –
SMKS 1 Islam Kota Blitar resmi menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru tahun ajaran baru dengan tema “Membangun Karakter Pelajar yang Tangguh, Disiplin, dan Cinta Tanah Air”. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dipusatkan di Lapangan Sentul, Kamis , 17 Juli 2026.
Acara pembukaan dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Regional 3 MAPI Siber Pungli Jawa Timur Sutrisno, S.H., Adv., Kepala SMKS 1 Islam Kota Blitar Drs. Gigih Widiyanto, M.Pd., jajaran pelatih dari Kodim 0808 Blitar, guru pendamping, serta diikuti sekitar 450 siswa baru.
Fokus Pembentukan Karakter Sesuai Dunia Kerja
Dalam keterangannya seusai memberikan arahan, Kepala Sekolah Drs. Gigih Widiyanto, M.Pd. menjelaskan bahwa kegiatan ini berbeda dengan paksanaan MPLS pada umumnya. Pihak sekolah menggandeng Kodim 0808 Blitar untuk mengangkat nuansa pembinaan bela negara.
“MPLS di sekolah lain biasanya hanya berlangsung tiga hari. Di sini kami bekerja sama dengan tim Kodim 0808 Blitar. Tujuannya, siswa yang baru lulus SMP dan masuk ke jenjang SMK diharapkan mengalami perubahan sikap. Kedisiplinan dan ketangguhan sangat kami butuhkan, karena SMK tidak sama dengan SMA – kami lebih banyak melakukan praktik yang membutuhkan fisik dan mental lebih kuat,” ujar Gigih.
Ia menambahkan, kerja sama ini sudah berjalan bertahun-tahun dan memberikan dampak positif. Selain untuk kelas 10, pembinaan serupa juga akan dilaksanakan secara berurutan untuk kelas 11 hingga kelas 12 agar karakter siswa terbentuk secara berkelanjutan.
Apresiasi dan Jaminan Bebas Pungutan Liar
Sementara itu, Ketua Regional 3 MAPI Siber Pungli Jawa Timur Sutrisno, S.H., Adv. sangat mengapresiasi inisiatif SMKS 1 Islam Blitar. Menurutnya, transisi dari SMP ke jenjang yang lebih tinggi menuntut perubahan tanggung jawab dan kedisiplinan yang lebih besar.
“Saya sangat berharap sekolah lain di lingkungan Blitar dapat mencontoh kegiatan positif seperti ini. Selain itu, saya juga memastikan tidak ditemukan indikasi pungutan liar di SMKS 1 Islam. Hal ini selaras dengan instruksi Gubernur Jawa Timur serta program Presiden Prabowo, yaitu larangan penjualan seragam dan segala bentuk pungutan ilegal di satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, agar masyarakat dan peserta didik terbantu dengan baik,” tegas Sutrisno.(tri)
















