Lumajang – News PATROLI.COM –
Pemerintah Kabupaten Lumajang telah memecat dua orang oknum pegawai Bagian Umum Setda Lumajang Jawa Timur karena diduga telah menggunakan Narkoba jenis Shabu.
Menurut Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni, menyampaikan jika yang ditangkap di Pendopo itu bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan non ASN dan mereka berdua tidak ditangkap di Pendopo.
“Kedua oknum itu bukan ditangkap di Pendopo seperti yang diisukan, tapi kepolisian hanya mengambil barang buktinya saja,”Ungkapnya Senin (13/11/2023)
Indah Wahyuni juga mengatakan, untuk melakukan pemecatan kepada keduanya, tidak perlu menunggu proses hukumnya berjalan, atau tidak melakukan azas praduga tidak bersalah.
“Saya tidak perlu azas praduga tidak bersalah dan menunggu proses hukumnya selesai, karena mereka sudah positif menggunakan Narkoba jenis sabu-sabu,” imbuhnya.
Pj Bupati Lumajang juga sudah meminta kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Lumajang untuk memberikan tes narkotika kepada orang terdekatnya, terutama yang setiap hari bersama tersangka
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lumajang Akhmat Taufik, mengatakan jika usai apel pagi tadi, mereka berdua sudah dilakukan pemecatan pada dua oknum honorer di Bagian Umum Setda Lumajang berinisial S dan G.
Kedua honorer tersebut sudah di pecat saat ini akibat telah menggunakan serbuk putih sabu-sabu, Senin 13 November 2023, pagi tadi.
“Jangan coba-coba menyalagunakan narkoba, kalau honorer tidak sesuai dengan perjanjian kontrak, maka bisa langsung di pecat,” katanya
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang secara langsung mengajukan tes urin kepada Bagian Protokol dan Bagian Umum Setda Lumajang sesuai pelaksanaan apel rutin di hari Senin.
“Selanjutnya akan mengikuti yang lainnya, mulai dari ASN, Kepala Bagian, Kepala Dinas, Camat dan pejabat lainnya,” Imbuhnya
Ketika ditanyakan motivasi dari kedua oknum honorer tersebut sampai melakukan sedot sabu-sabu, Taufik masih belum mengetahuinya, karena belum bertemu dengan keduanya.
“Lemah dalam pengawasan memang kami akui, terkait lamanya mereka menggunakan serbuk putih kami tidak mengetahuinya,”Pungkasnya. (Red)










