Estafet Edukasi Karhutla Berlanjut, Tim Penyuluh Mabes TNI Bergerak Serentak di Mempawah

banner 120x600
banner 336x280

Mempawah – News PATROLI.COM —

Estafet edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Mempawah terus berlanjut. Setelah sebelumnya menyebar ke sejumlah desa, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI kembali bergerak serentak pada Sabtu (29/8/2026), menyambangi desa desa untuk memperluas edukasi sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla.

Sebanyak 21 personel Tim Penyuluh Karhutla melaksanakan kegiatan di sejumlah kecamatan dengan sasaran yang beragam, mulai dari masyarakat desa, perangkat pemerintahan, tokoh agama dan tokoh masyarakat, mahasiswa KKN, hingga unsur TNI-Polri dan kelompok masyarakat peduli api.

Katimluh Gulkarhutla Brigjen TNI Washington Simanjuntak, S.Hub.Int., M.I.P., mengatakan bahwa penyuluhan yang dilakukan secara berkelanjutan merupakan bagian dari strategi untuk memastikan pesan pencegahan Karhutla tidak berhenti pada satu kegiatan atau satu wilayah saja.

«“Kegiatan ini adalah sebuah estafet. Hari ini kita berada di satu wilayah, sementara tim lainnya bergerak di wilayah yang berbeda di wilayah Mempawah.
Dengan pola seperti ini, kita ingin memastikan edukasi pencegahan Karhutla menjangkau lapisan masyarakat seluas mungkin,” ujar Brigjen TNI Washington.»

Menurutnya, keberhasilan pencegahan Karhutla sangat bergantung pada kesadaran masyarakat. Karena itu, pendekatan yang dilakukan Tim Penyuluh tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga komunikasi sosial dan dialog langsung dengan masyarakat serta unsur kewilayahan.

«“Kami ingin masyarakat memahami bahwa pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Jangan menunggu api muncul baru bergerak. Kita harus mencegah sejak dari awal, terutama dalam penggunaan api saat membuka atau membersihkan lahan,” tegasnya.»

Pada Sabtu pagi, Tim Penyuluh III yang dipimpin Kolonel Tek Fajar Rosadi melaksanakan komunikasi sosial dan penyuluhan di Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan. Di Kecamatan Segedong, Tim Penyuluh IV di bawah pimpinan Kolonel Mar Nandang memberikan edukasi kepada warga dan mahasiswa KKN di Desa Parit Bugis, kemudian melanjutkan komunikasi sosial, penyuluhan dan pemantauan hotspot di Dusun Pangguk, Desa Peniti Besar.

Sementara itu, Tim Penyuluh yang dipimpin Kolonel Laut (P) Jarot Wibisono melaksanakan sosialisasi bahaya Karhutla di Desa Toho, Kecamatan Sadaniang, dengan melibatkan unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama dan warga.

Pada siang hari, Tim Penyuluh II di bawah pimpinan Brigjen TNI Felix Lumbantobing, S.T., MCT, melaksanakan penyuluhan di SDN 12 Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Destana, MPA, para ketua RT serta masyarakat.

Di Kecamatan Sungai Kunyit, Brigjen TNI Washington Simanjuntak memimpin langsung penyuluhan penanggulangan Karhutla dan penyampaian kondisi Karhutla di Gedung Serbaguna Desa Semparong Parit Raden. Kegiatan tersebut diikuti unsur pemerintah desa, TNI-Polri, Dinas Sosial, siswa S2 STIK Polri A-16 serta sekitar 50 masyarakat.

Brigjen TNI Washington menambahkan, keberadaan Tim Penyuluh Mabes TNI di Mempawah tidak hanya bertujuan menyampaikan imbauan, tetapi juga membangun jejaring dan sinergi dengan seluruh komponen di daerah.

«“Kami berharap setiap desa yang kami datangi dapat menjadi titik tumbuh kesadaran baru. Dari perangkat desa, tokoh masyarakat sampai warga, semuanya memiliki peran untuk menjaga lingkungannya. Kalau kepedulian ini tumbuh bersama, upaya mencegah Karhutla akan jauh lebih kuat,” ungkapnya.»

Rangkaian kegiatan akan terus dilanjutkan pada hari-hari berikutnya. Pada Minggu (30/8/2026), Tim Penyuluh kembali dijadwalkan bergerak di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Mempawah, Sungai Pinyuh, Jungkat, Segedong, Anjungan, Toho dan Sadaniang.

Estafet edukasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Tim Penyuluh Mabes TNI untuk memperkuat upaya pencegahan Karhutla secara masif, berkelanjutan dan menyentuh langsung masyarakat. Dengan pergerakan yang terus berlanjut dari satu desa ke desa lainnya, diharapkan kesadaran masyarakat semakin kuat sehingga potensi Karhutla dapat dicegah sedini mungkin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *