banner 700x256

Kebakaran Hebat di Gunungan Sampah TPA Kota Mojokerto

banner 120x600
banner 336x280

Mojokerto – News PATROLI.COM –

Kebakaran hebat kembali melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randegan, Kecamatan Kedundung, Kota Mojokerto. Usai dipadamkan Jumat (8/9) malam, api kembali menyala dan membakar gunungan sampah, Sabtu (9/9/2023) sore.

Hingga berita ini di terbitkan, belum diketahui secara pasti kronologi terjadinya kebakaran ini. Namun, masyarakat sekitar TPA Randegan melaporkan bahwa kebakaran diperkirakan terjadi sejak pukul 20.10 WIB pada Jumat malam, 8 September 2023.

Meski tidak ada korban jiwa, namun asap tebal terus membumbung tinggi di area yang berbatasan dengan Kecamatan Mojoanyar tersebut. Sedikitnya 8 unit mobil pemadam kebakaran (PMK) masih berusaha memadamkan api yang merembet ke sejumlah area TPA seluas 2,6 hektare tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran setempat, Budi Santoso, mengatakan, warga sekitar juga turut serta membantu upaya pemadaman. Namun, kondisi yang sulit dihadapi karena tumpukan sampah kering dan hembusan angin kencang yang membuat kobaran api sulit dikendalikan.

“Kami tengah berupaya keras untuk mengendalikan kebakaran ini. Tumpukan sampah yang terbakar dan angin kencang membuat situasinya cukup sulit, tetapi kami berusaha semaksimal mungkin.” kata Budi.

Baca juga :  Dekopinda Kabupaten Mojokerto Gelar Halal Bihalal dan Rapat Program Kerja Tahun 2026

Pihak berwenang dan masyarakat diharapkan tetap waspada atas peristiwa ini. Sementara, Kapolsek Magersari, Kompol Roy Aquary Prawirosastro menambahkan, diduga api muncul karena akumulasi gas metan dari dalam tumpukan sampah kering yang menguap dan tersulut oleh suhu panas di barengi hembusan angin kencang membuat api cepat menjalar.

”Tidak ada yang menyulut. Karena cuaca panas yang menyengat dan angin yang kencang. Sehingga dimungkinkan adanya faktor gas dari sampah yang menguap kemudian memunculkan api,” ujar Kapolsek Magersari, Kompol Roy Aquary Prawirosastro.

Petugas bersama relawan pun langsung melokalisir area dengan membuat saluran parit sebagai pembatas antara tumpukan sampah dengan tembok TPA. Sehingga api tidak sampai menjalar ke pemukiman warga.

”Alhamdulillah warga tidak sampai panik karena petugas sudah membuatkan parit sebagai batas api agar tidak merembet ke pemukiman warga,” imbuhnya. (Kartono/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *