banner 700x256

Pande Besi Sepi Pesanan Ditengah Situasi Covid 19

banner 120x600
banner 336x280

Banyuwangi , News patroli.com

Keahlian dan keterampilan pande besi secara tradisional atau manual yang ditekuni beberapa orang pada era saat ini sangat langkah, bahkan keterampilan tersebut diwariskan secara turun menurun dari generasi ke generasi, sehingga masih bisa bertahan sampai saat ini.


Seperti halnya yang dilakukan oleh Mohamad Hariyadi [41] bapak dua anak yang tingal di daerah Kendal Desa Sumber baru kecamatan Singojuruh , keahlian dan keterampilan tersebut ditekuninya sejak masih duduk dibangku kelas 2 SMP, pada saat itu sangat rajin membantu orang tua untuk membuat pisau juga peralatan pertanian sehingga keahlian pande besi itu ditekuninya sampai sekarang dan sudah selama empat tahun ini bisa membuka usaha pande besi sendiri.
Proses dari awal pembuatan mulai mengumpulkan dari berbagai macam bahan baku yang akan digunakan , mulai dari mencari besi bekas kendaraan seperti pir mobil hingga arang kayu jati , dan bahan tersebut bisa mampu untuk menghasilkan proses pembakaran yang maksimal dan produk barang berkualitas bagus , namun harus kesana kemari untuk memperoleh bahan besi yang akan dibuat pisau atau sabit supaya hasilnya bisa maksimal .

Baca juga :  Keluh Kesah Pedagang Ayam di Temuguruh Sempu


“ Saya itu mencari bahan besinya ditempat rosokan yang jual besi bekas Mas , di daerah Rogojampi , besi yang bagus buat pisau/sabit itu dari bahan besi bekas pir mobil dan hasilnya bisa kuat juga tahan lama , juga untuk bahan arang yang dibuat mbakar besi harus arang yang berasal dari kayu jati , api dan panasnya dapat mempermudah proses pembuatan .”


Namun ditengah situasi Pandemi covid 19 ini Mohamad Hariyadi [41] sangat mengalami kesulitan , yaitu kesulitan dari mencari bahan baku besi bekas juga sampai bahan arang ditambah lagi dengan kesulitan masalah pemasaran , “ Sebelum pandemi saya bisa menerima pesanan dari luar pulau , waktu itu sampai 500 biji sabit yang sempat dipesan dan saya bisa kerjakan sampai selesai beberapa bulan , namun untuk saat ini pesanan dari luar pulau sepi alias kosong mas , jadi sekarang ini saya setiap harinya cuman bisa membuat lima biji sabit itupun harus saya jual sendiri di pasar .” [shl]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *