banner 700x256

Pembangunan Jalan Papua Muri-Kwatisore Tahap I Rampung

banner 120x600
banner 336x280

Jakarta – News PATROLI.COM –

PT Hutama Karya (Persero) merampungkan pembangunan fisik proyek Jalan Muri-Kwatisore tahap I. Ini yang menghubungkan Kampung Muri menuju Kampung Kwatisore di Papua Barat sepanjang 16 kilometer.

“Proyek tersebut telah dilakukan tahap pengambilan sampel untuk uji laboratorium kelayakan standar jalan nasional. Sehingga akan diserahterimakan pada akhir bulan November 2023, dan jalan dapat segera dilalui oleh masyarakat setempat,” kata Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo, Jumat (17/11/2023). 

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa jalan yang menjadi bagian dari Jalan Trans Papua ini diharapkan dapat membuka keterisolasian wilayah. Serta meningkatkan konektivitas antardaerah.

“Konektivitas antardaerah menjadi penting untuk ditingkatkan dan disegerakan. Terutama agar pendidikan, informasi hingga aliran barang, jasa dan manusia berjalan lancar, efektif dan efisien,” ujarnya. 

Tjahjo menambahkan proyek jalan tersebut rampung lebih cepat dari target semula, yaitu bulan Februari 2024. Menurutnya, kualitas jalan, estetika hingga keberlanjutan lingkungan menjadi hal yang utama selama masa pembangunannya

Untuk itu, Tjahjo menjelaskan bahwa dalam pembangunan jalan ini Hutama Karya melaksanakan pekerjaan galian tanah. Termasuk pengerasan berbutir dan pengaspalan jalan dengan bangunan pelintas box culvert dan plat decker.

Selama pembangunan jalan ini, katanya lagi, terdapat banyak tantangan mulai dari kondisi cuaca dan alam yang masih berupa hutan pelosok dengan kondisi geografis yang cukup berat. Sehingga sulitnya sinyal untuk berkomunikasi selama di lapangan.

Baca juga :  Prakirawan BBMKG Wilayah I Katakan Kondisi Atmosfer Labil Tingkatkan Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Sumatera Utara

“Tantangan yang dihadapi di lapangan tidak menyurutkan semangat tim di lapangan. Ini untuk menuntaskan proyek tepat waktu dan tepat mutu dengan selalu menerapkan K3 agar meminimalisir kecelakaan kerja di lapangan,” ucapnya. 

Dia menyampaikan bahwa proyek senilai Rp137,8 miliar ini juga melibatkan masyarakat lokal dalam pengerjaan struktur. Seperti pemasangan batu, pembesian, pengecoran, dan beberapa sumber daya manusia (SDM) yang diberdayakan menjadi flagman di proyek Jalan Muri-Kwatisore.

Dalam menyelesaikan proyek ini Hutama Karya berkolaborasi dengan kontraktor lokal Papua. Yakni PT Gema Papua melalui Kerja Sama Operasi (KSO) (Hutama-Gemapapua) dengan masing-masing porsi Hutama Karya sebesar 70 persen dan Gema Papua 30 persen.

“Dengan segera hadirnya Jalan akses Muri-Kwatisore ini diharapkan dapat memudahkan akses logistik dari perbatasan Papua Barat ke Papua Tengah, memudahkan siswa dan mahasiswa untuk mengakses perjalanan menuju sekolah. Atau perguruan tinggi serta dapat menjadi sarana transportasi penunjang perekonomian masyarakat setempat,” katanya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *