Jember, Newsparoli.com
Merespon informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) tentang adanya gempa bumi megathrust yang berpotensi tsunami disepanjang selatan pulau Jawa, Pemkab Jember melalui Dinas Perikanan Kabupaten Jember memberikan bantuan 6000 baju pelampung pada masyarakat Desa Lojejer Kecamatan Wuluhan. Karena secara geografis, Desa Lojejer adalah desa dikecamatan Wuluhan yang berada paling dekat dengan pesisir laut selatan, dan dimungkinkan paling terdampak tsunami.Tepatnya tanggal 28 Juni 2021, Kepala desa Lojejer Mohammad Sholeh SH bersama perwakilan dari Dinas Perikanan Suroto Hadi Prayitno secara simbolis diberikan bantuan baju pelampung pada masyarakat desa Lojejer.

Dalam keterangannya Suroso mengatakan, bantuan 6000 baju pelampung ini dari Dinas Perikanan kabupaten Jember, hal ini merupakan bentuk respon adanyanya hasil kajian BMKG tentang adanya potensi gempa tsunami dipesusir selatan pulau Jawa.

Ir. Tigo Dewanto (PLT) dinas perikanan kabupaten Jember mengatakan, pemberian bantuan baju pelampung ini merupakan langkah antisipasi adanya info megathrust dari BMKG, selaku PLT saya hanya menjalankan perintah atasan. Baju pelampung yang dibagikan ini adalah sisa baju pelampung era bupati Fa’ida MMR. Bekerjasama dengan Dispendukcapil dan pemerintahan desa yang ada diwilayah pesisir selatan Jember. Dengan sasaran yaitu masyarakat nelayan dan para pedagang yang masih ada kaitannya dengan pekerjaan disekitar pesisir.Dalam keterangan lebih lanjut Tigo mengatakan, digudang dinas perikanan masih ada kurang lebih 20 ribu pelampung yang sama, dan akan segera didistribusikan, tapi karena personil didinas perikanan yang jumlahnya terbatas, maka penyalurannya dilakukan secara bertahap. pungkas Tigo.


Mohamad Soleh SH kepala Desa Lojejer mengatakan, Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan baju pelampung ini. Kurang lebih 6000 Pcs baju pelampung sudah bisa didistribusikan pada masyarakat Lojejer.Saat ditanya Newspatroli.com tentang adanya gempa tsunami Kades Lojejer mengatakan, kita semua tahu, secara geografis Desa Lojejer adalah desa paling selatan dikecamatan Wuluhan. Dan yang pasti paling berpotensi palik terdampak kalau hal itu memang terjadi. Namun semoga tsunami tidak akan pernah ada, tuturnya.Ditanya soal sasaran pendistribusian baju pelampung, Mohamad Soleh mengatakan, berdasarkan keterangan para pakar, desa Lojejer ada beberapa lokasi yang paling terdampak kalau tsunami terjadi, yaitu wilayah sekitar aliran sungai Bedadung. Dalam keterangan lanjut Kades mengatakan, bagi saya yang jauh lebih penting yaitu memberikan sosialisasi pada masyarakat mitigasi. Diharapkan masyarakat memahami apa itu megathrust dan bagai mana caranya agar masyarakat bisa paham akan langkah langkah penyelamatan baik sebelum ataupun sesudah adanya bencana. Lebih dari itu kita semua berdo,a, bermunajat pada Allah, semoga apa yang menjadi kajian BMKG tentang adanya potensi gempa tsunami tidak akan pernah terjadi.pungkas kades. (Geng)










