banner 700x256

Pendopo Delta Wibawa Jadi Panggung Budaya, Wayang Kulit Warnai Puncak Harjasda Sidoarjo ke-167

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Pendopo Delta Wibawa disulap menjadi panggung budaya sarat makna dalam rangka puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167, Jumat malam (7/2/2026). Pagelaran wayang kulit dipilih sebagai sajian utama, menghadirkan lakon legendaris “Semar Mbangun Kayangan” yang sarat pesan moral dan filosofi kepemimpinan.

Lakon tersebut secara khusus dipentaskan sebagai refleksi nilai-nilai pembangunan mental dan moral seorang pemimpin. Melalui kisah Semar, pagelaran ini menekankan bahwa esensi kekuasaan bukan terletak pada takhta atau jabatan, melainkan pada kemuliaan hati dan kebijaksanaan dalam menyejahterakan rakyat.

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seni wayang kulit merupakan media edukasi yang relevan sepanjang zaman. Menurutnya, pesan moral yang disampaikan melalui lakon “Semar Mbangun Kayangan” menjadi pengingat bagi para pemimpin agar senantiasa menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.

“Wayang mengajarkan kita bahwa kekuasaan tertinggi adalah ketika pemimpin mampu memuliakan rakyatnya. Bukan soal singgasana, tetapi tentang ketulusan, keadilan, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil,” ujar Bupati Subandi.

Ia menambahkan, filosofi tokoh Semar sebagai representasi “wong cilik” mengandung makna mendalam bagi jalannya pemerintahan. Pembangunan, lanjutnya, tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata, tetapi juga pembangunan tatanan kehidupan yang berlandaskan nilai kebenaran, etika, dan kemanusiaan.

Baca juga :  Seribu Jamaah Jatman dan JQH NU Padati Pendopo Delta Wibawa, Doakan Kemajuan Sidoarjo

Pagelaran wayang kulit ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam melestarikan warisan budaya nasional. Di tengah derasnya arus modernisasi, Pemkab Sidoarjo berupaya menghadirkan ruang-ruang budaya yang mampu menginspirasi dan menanamkan nilai luhur kepada generasi muda.

Bupati Subandi berharap, generasi muda Sidoarjo dapat memetik nilai-nilai moral dan spiritual dari seni wayang, seperti kesabaran, kebijaksanaan, kejujuran, serta sikap rendah hati dalam menjalani kehidupan.

“Wayang bukan sekadar tontonan, tetapi tuntunan. Saya berharap generasi muda kita bisa mengambil hikmah dari setiap lakon yang ditampilkan,” imbuhnya.

Suasana pertunjukan semakin semarak dengan kehadiran komedian Cak Percil CS yang sukses mengundang gelak tawa penonton, serta penampilan energik dari Sanggar Kreasi Dancer yang menambah warna hiburan dalam balutan seni tradisi dan modern.

Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi daerah, di antaranya Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, kepala OPD, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran para pejabat tersebut menjadi bentuk dukungan penuh terhadap kegiatan pelestarian budaya daerah.

Pagelaran wayang kulit ini menjadi rangkaian puncak Harjasda ke-167 Kabupaten Sidoarjo, yang tidak hanya menyuguhkan hiburan rakyat, tetapi juga menyatukan nilai edukasi moral, refleksi kepemimpinan, serta kecintaan terhadap budaya bangsa. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *