Banyuwangi – News PATROLI.COM –
Bertempat di Aula SMAN 1 Giri Taruna Bangsa kembali kedatangan tamu istimewa Prof Gunadi, MD, Ph.D, Dokter Bedah Anak. Beliau adalah alumni SMAN 1 Giri yang lulus tahun 1998, Pada Kamis, (18/01/2024).
Di usianya yang masih 43 tahun, sudah segudang prestasi yang dimilikinya. Seperti saat ini, Prof Gunadi baru saja tiba di Banyuwangi untuk memperoleh penghargaan ‘SUNRISE OF JAVA AWARD 2023, Kategori Periset Muda Inspiratif”. Tentunya penghargaan yang diberikan oleh Jawa Pos Radar Banyuwangi ini tidak main-main, mengingat bahwa rekam jejak yang luar biasa telah dibuat oleh dosen fakultas kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut.
Beberapa rekam jejak jejak beliau yang terbaru adalah sebagai Ketua Akademi Ilmuwan Muda Indonesia tahun 2022-2024 dan Ketua Perhimpunan Genetika Manusia Indonesia tahun 2021-2024. Selain itu karya-karya penelitian beliau tentunya telah berderet dan tidak perlu diragukan lagi.
Di tengah kesibukannya, pagi ini Profesor muda tersebut menyempatkan diri untuk berkunjung ke SMAN 1 Giri Taruna Bangsa guna menyapa dan memberikan motivasi bagi adik-adiknya se almamater.
Hadir di aula SMAN 1 Giri untuk mendampingi seratus siswa menyambut kehadiran dokter bedah anak ini antara lain Kepala Sekolah, Wakasek Humas dan Sarpras beserta asisten, Wakasek Kesiswaan beserta asisten, Wakasek Kurikulum, wali kelas XII MIPA 1, XII MIPA 2,dan XII MIPA 4 .
Materi yang disampaikan Prof Gunadi secara interaktif adalah tentang presisi kedokteran, teori genetika, serta berbagai hal ilmiah yang menarik dan menginspirasi terutama untuk menyiapkan generasi emas tahun 2045. Pada kesempatan itu pula pemateri menceritakan bahwa ketika sekolah di SMAN 1 Giri diospek dan mengospek di aula ini , lalu juga sempat menjadi Ketua 2 OSIS SMAN 1 Giri kala itu. Jadi, menurut beliau, selain kognitif yang harus diasah agar kompeten, berorganisasi itu juga penting untuk mengasah soft skill. Sebenarnya bisa saja kita sibuk dengan diri kita sendiri, urusan kita sendiri, namun perlu diingat pula bahwa barangkali buah pikiran kita ada yang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

Para siswa yang hadir di aula adalah yang memiliki cita-cita dan harapan ingin bisa melanjutkan kuliah pada fakultas kedokteran, sehingga materi yang disampaikan oleh Prof Gunadi sangat menarik bagi mereka.Terjadi tanya jawab yang interaktif dan menyenangkan.
Salah satu siswa yang mendapat kesempatan bertanya adalah Najwan dari XII MIPA 1. Ia menanyakan tentang latar belakang penghargaan yang diperoleh oleh Dokter Gunadi dan pendapatnya sebagai dosen tentang IA dan dunia pendidikan.
Prof Gunadi menjawab bahwa kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, akan tetapi jawaban dari teknologi IA,misalnya chat gpt tidak selalu valid, jadi sebaiknya ketika menggunakan chat GPT harus diteliti kembali dan diparafrase, Terangnya. (Dedy/SHL)










