banner 700x256

11 Calon Kades Terpilih di Pemalang Ikuti Sosialisasi Anti Korupsi

banner 120x600
banner 336x280

Pemalang, News PATROLI.COM

Untuk mencegah terjadinya penyelewengan pada Kepala Desa (Kades) yang nantinya akan menahkodai Pemerintahan desa, sebanyak 11 calon Kades terpilih tahun 2022 di Kabupaten Pemalang mengikuti Pembekalan dan Sosialisasi Anti Korupsi,

kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Plt Bupati Pemalang Mansur Hidayat didampingi Kepala Inspektorat Pemalang Eko Edi Prihartanto di Aula Kantor Inspektorat setempat. Jumat (4/11/2022).

Mansur Hidayat menyampaikan apresiasi karena kegiatan tersebut merupakan pembinaan awal bagi Kepala Desa baru guna mengurangi penyelewengan.

“Harapannya untuk mengurangi penyelewengan penyelewengan, saya apresiasi Inspektorat, ini adalah pembinaan awal bagi Kepala Desa baru,” ucap Mansur.

Untuk itu pihaknya berharap supaya pembinaan serupa juga akan dilaksanakan secara periodik.

“Kedepan minimal 6 bulan sekali atau 4 bulan sekali dilakukan pembinaan lagi, gimana posisinya masih on the track masih dalam garis yang ini (Benar) atau sudah ada yang melenceng, nanti diluruskan lagi,” paparnya.

Baca juga :  Mudik dan Balik Gratis Lebaran 2026, Pemkab Bojonegoro Siapkan 4 Armada Bus dengan Rute Surabaya–Bojonegoro

Dengan bekerja sama dengan OPD yang membidangi, para kades diminta untuk belajar dan bersinergi untuk mewujudkan Kabupaten Pemalang menjadi lebih baik.

“Silahkan belajar di Inspektorat, di bagian hukum juga ada, Dinpermasdes juga bisa, ada pembinaan juga disitu” Pesan Mansur.

“Jadi berkolaborasi semuanya, kita adalah teman satu wadah Pemerintah Kabupaten Pemalang, bagaimana kita bareng-bareng untuk membangun Pemalang menjadi lebih baik bebas dari korupsi, suap, pungli dan sebagainya,”.pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Inspektorat Eko Edi Prihartanto dalam laporannya menyampaikan tujuan acara tersebut ialah untuk menambah kesadaran dan semangat perlawanan terhadap korupsi.

“Tujuan sosialisasi anti korupsi diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan semangat perlawanan terhadap korupsi, hal ini bermanfaat bukan hanya untuk mempersiapkan desa dari desa anti korupsi tetapi langkah awal penyebarluasan semangat perlawanan terhadap korupsi sampe ke tingkat akar,” ucapnya. (Abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *