Lombok Timur – News PATROLI.COM –
Sebanyak sepuluh satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur diresmikan program revitalisasinya oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti, Ahad (17/5). Untuk tingkat dasar dan menengah pertama, peresmian meliputi SDN 3 Montong Betok, SDN 2 Rakam, SMPN 5 Sikur, dan SMPN Satap 2 Pringgabaya. Sementara untuk tingkat menengah atas, kejuruan, dan sekolah luar biasa, diresmikan pula gedung baru hasil revitalisasi untuk SMAN 1 Montong Gading, SMAN 1 Sukamulia, SMKN 1 Selong, SMKN 1 Sikur, serta SLBN 1 Lombok Timur dan SLBN 2 Lombok Timur.
Peresmian program Revitalisasi Satuan Pendidikan Kabupaten Lombok Timur yang mengusung tema “Wujudkan Sekolah Asri” dilakukan usai peresmian Rumah Sakit UMMAT PKU Muhammadiyah. Mendikdasmen didampingi Sekda Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik dan Gubernur NTB L. Muhammad Iqbal. Agenda yang merupakan bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tersebut berlangsung di halaman SMKN 1 Sikur.
Membuka sambutannya Mendikdasmen menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang tetap antusias hadir meskipun acara dilaksanakan pada hari libur. Mendikdasmen menjelaskan bahwa program intervensi ini merupakan bagian dari langkah taktis kementerian dalam mewujudkan misi Asta Cita keempat Presiden RI Prabowo Subianto yaitu membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, sehat, dan berdaya saing tinggi melalui terobosan di dunia pendidikan.
Sebagai wujud nyata, pada tahun anggaran 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menggelontorkan total bantuan revitalisasi fisik sebesar Rp 527 miliar lebih untuk 531 sekolah di Provinsi NTB. Dengan sasaran PAUD sebanyak 69 satuan pendidikan, Sekolah Dasar (SD) sebanyak 227 satuan pendidikan, Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 107 satuan pendidikan, Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 60 satuan pendidikan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 17 satuan pendidikan, Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 20 satuan pendidikan, dan PKBM / SKB sebanyak 11 satuan pendidikan.
Khusus untuk Kabupaten Lombok Timur, alokasi program revitalisasi menyasar 87 sekolah dengan total nilai bantuan mencapai lebih dari Rp105 miliar. Ia menegaskan bahwa seluruh pembangunan fisik program revitalisasi ini telah rampung 100%.
Tidak hanya sarana fisik, sektor digitalisasi juga menjadi fokus utama. Sepanjang tahun 2025, kementerian telah mendistribusikan 7.080 unit Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Provinsi NTB. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Lombok Timur mendapatkan alokasi 1.739 unit IFP dengan nilai serapan anggaran sebesar Rp 47 miliar lebih dan telah terdistribusi sepenuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Abdul Mu’ti menekankan bahwa secanggih apa pun teknologi dan selengkap apa pun sarana prasarana, posisi guru tidak akan pernah bisa tergantikan. Oleh karena itu, kementerian fokus memberikan perhatian pada peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru. Salah satu langkah konkretnya adalah penyediaan beasiswa bagi 150 ribu guru di semua jenjang untuk menempuh program D4/S1 dengan bantuan Rp3 juta per semester melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Di sisi lain, kementerian juga tengah memperkuat cultural infrastructure atau infrastruktur budaya melalui penguatan pendidikan karakter. Melalui gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Mendikdasmen mengintegrasikan penguatan karakter berbasis pola hidup disiplin secara berkelanjutan.
Selain penerapan pendidikan karakter, Mendikdasmen juga tengah memperkuat kompetensi digital melalui pelatihan Artificial Intelligence (AI) dan coding. Ke depan, jika kapasitas guru serta sarana dan prasarana penunjang telah terpenuhi secara merata, materi AI dan coding akan diintegrasikan menjadi mata pelajaran wajib di seluruh satuan pendidikan. Berikutnya, Mendikdasmen juga menggalakkan pelatihan bahasa Inggris bagi guru SD, mengingat tahun depan bahasa Inggris resmi menjadi mata pelajaran wajib di tingkat dasar.
Terkait pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA), Mendikdasmen meluruskan bahwa meskipun TKA bukan merupakan tes wajib dan bukan penentu kelulusan, tingkat partisipasi siswa secara nasional sangat tinggi, mencapai 80 hingga 90 persen. Nilai TKA ini menjadi instrumen penting bagi siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, bahkan salah satu universitas di Belanda kini telah melampirkan hasil nilai TKA sebagai salah satu syarat masuk.
“Realisasinya, capaian nilai TKA ini justru menjadi awal bagi kita untuk berbenah, mengevaluasi, dan memetakan strategi peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan,” cetusnya.
Mendikdasmen berpesan agar seluruh fasilitas, gedung, dan perangkat digital yang telah diberikan dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal. Ia juga menegaskan, keberhasilan transformasi ini membutuhkan rumus 3M yaitu: Mindset untuk terus maju, Mental yang kuat, dan Misi yang tulus dalam melaksanakan pengabdian pendidikan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti program revitalisasi sekolah untuk Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI bersama Gubernur NTB, dengan didampingi oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Timur.











