Lampung Utara — NewsPATROLI.COM –
Suasana hangat dan penuh semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke‑81 Kemerdekaan Republik Indonesia masih terasa kental di Kabupaten Lampung Utara. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Lampung Utara berkolaborasi bersama 23 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) se‑kabupaten menggelar serangkaian perlombaan meriah, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar hiburan semata melainkan menjadi wadah menjalin ikatan persaudaraan, mempererat kerja sama antarkelompok, sekaligus membangkitkan kembali api semangat kebangsaan serta kesetiaan tak tergoyahkan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ketua Distrik GMBI Lampung Utara, Wawi Aryadi, menegaskan bahwa loyalitas dan solidaritas harus terus terjaga dalam sebuah lembaga sehingga semangat untuk tumbuh dan berkembang bersama sama untuk memperjuangkan hak masyarakat bawah tetap menjadi prioritas utama.
“Kita berkumpul di sini untuk satu tujuan — memperkokoh persaudaraan di seluruh jajaran organisasi, agar makin kompak melanggar bersama membangun masyarakat.”jelas Wawi Aryadi dalam sambutannya.
Dalam momen tersebut Bung Ari sapaan akrabnya meminta seluruh pengurus dan anggota yang tergabung dalam LSM GMBI Distrik Lampung Utara terus bersinergi dengan stakehoders terkait.
“Kita berdiri di sini bukan untuk diri sendiri — GMBI ada bersama rakyat, untuk rakyat. Maka kekuatan kita tak akan maksimal bila berjalan sendiri‑sendiri. Saya pesan tegas kepada seluruh jajaran pengurus maupun anggota: buka hati, ulurkan tangan, bangun kepercayaan, dan jalin kerja sama yang bersih, jujur serta saling menguatkan dengan semua pihak — dengan Pemerintah, Kepolisian, Kejaksaan, DPRD, dinas‑dinas, tokoh masyarakat maupun organisasi lain”ungkap Bung Ari sapaan akrabnya.
Acara dilanjutkan sambutan dari Ketua Pelaksana Yakup, lalu perwakilan seluruh KSM yakni Ketua KSM Hulu Sungkai.
Momen khidmat tercipta saat seluruh peserta berdiri tegak bersatu — menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan Mars GMBI, dan Mengheningkan Cipta. Riuh tawa berubah hening sejenak, mengingatkan semua hadirin: kemerdekaan ini bukan pemberian cuma‑cuma, melainkan buah tetesan keringat dan pengorbanan para pendahulu tugas kita melestarikan serta mewariskannya dengan penuh tanggung jawab. Rangkaian ditutup pembacaan doa yang dipimpin Zahroni.
Panitia menyusun perlombaan yang sederhana namun seru — dirancang agar semua bisa ikut serta dan makin akrab satu sama lain: Lomba makan kerupuk,
Lomba joget balon,Lomba goyang berebut kursi dan Lomba estafet karlebi
Sorak‑sorak tawa dan tepuk tangan menggema sepanjang acara. Mesin semangat peserta menyala tinggi‑tinggi!
Dibalik kegembiraan itu tersimpan pesan mendalam: sekalipun berasal dari latar belakang serta daerah yang berbeda — hal itu jangan pernah memisahkan kita, melainkan justru menyatukan dalam kekuatan yang lebih besar.
“Memaknai kemerdekaan bukan sekadar pesta dan upacara,” tandas penyelenggara. “Melainkan menjaga keutuhan bangsa, saling peduli, serta berbuat yang terbaik bagi sesama dan tanah air.”
Menjelang penutup, panitia mengadakan pembagian hadiah undian yang membuat suasana makin meriah hingga acara bubar dalam suasana penuh kekeluargaan.
Melalui kegiatan ini, GMBI Lampung Utara berharap setiap anggota senantiasa menjadikan semangat ke‑81 tahun kemerdekaan sebagai pengingat nyata: bahwa persatuan, kepedulian sosial, serta karya yang berguna bagi rakyat adalah wujud setia kita melanjutkan perjuangan bangsa.










