Jember  

BPBD Dukung Penuh Sanksi Pidana Pelaku Karhutla, Setelah 2 Gunung Terbakar di Jember

banner 120x600
banner 336x280

Jember – News PATROLI.COM –

Pasca peristiwa 2 Gunung di Jember, Jawa Timur terbakar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember mendukung penerapan sanksi tegas bagi pelaku yang sengaja maupun tidak sengaja memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo menegaskan pentingnya penegakan hukum untuk memberikan efek jera terhadap aktivitas pembakaran yang mengancam wilayah-wilayah rawan kekeringan dan kebakaran.

​”Saya sangat setuju untuk mendorong adanya sanksi hukum kepada para pelaku yang sengaja melakukan aktivitas pembakaran, baik sengaja maupun tidak,” tegas Edy, Senin (01/09/2026).

​Meskipun mendukung jalur hukum, Edy menjelaskan bahwa porsi utama BPBD Jember saat ini berfokus pada upaya mitigasi dan pencegahan.

Pihaknya intensif menggelar sosialisasi dan edukasi dengan melibatkan kepala desa, camat, Muspika, hingga pemangku kepentingan terkait seperti Perhutani, TNMB, dan BKSDA.

​”Kami terus berkomunikasi dan meminta semua pemangku kepentingan untuk melakukan langkah sosialisasi kepada komunitasnya, baik masyarakat desa hutan maupun warga sekitar,” ujarnya.

Edy membeberkan salah satu insiden karhutla yang baru-baru ini terjadi di kawasan Watangan dan Gunung Trianggulasi. Kebakaran seluas 6,5 hektare dan 2 hektare membakar guguran daun jati kering yang sangat mudah tersulut api. 

“Di sana banyak orang memancing. Diduga dari puntung rokok, api cepat sekali membesar membakar daun-daun jati kering,. Untuk di Gunung Trianggulasi masih dilakukan penyelidikan oleh aparat kepolisian” jelasnya.

Meski terhalang kendala keterbatasan personil, peralatan, serta medan yang beras seperti lokasi yang harus ditempuh berjalan kaki sejauh empat kilometer tim gabungan berhasil memadamkan api dan membuat sekat bakar (firebreak) dalam waktu tiga jam.

BPBD mengakui melacak pelaku utama pembakar hutan di lapangan bukanlah perkara mudah tanpa adanya bukti visual atau saksi mata yang pasti. Oleh karena itu, perlunya semua pihak untuk berperan menekankan pentingnya kesadaran bersama dan pengawasan ketat dari seluruh lapisan masyarakat agar insiden serupa tidak terjadi lagi mas mendatang. 

Baca juga :  Kakak dan Adik Diduga Tenggelam Akibat Disapu Ombak Besar Saat Berlibur di Pantai Payangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *