banner 700x256
BALI  

Antisapi Bencana Alam, Perumda Tirta Sanjiwani Himbau Seluruh Pelanggan Untuk Siapkan Bak Penampungan Air

banner 120x600
banner 336x280

Gianyar – News PATROLI.COM –

Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar, Bali, terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan mereka.

Namun karena pasokan air ke pelanggan masih banyak yang menggunakan air sungai. Maka, masalah gangguan layanan terkadang tak bisa dihindari. Seperti, sumber air menjadi keruh hingga kerusakan jaringan akibat banjir. Karena itu, Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar pun menghimbau kepada Pelanggannyaagar memiliki penampungan air, ketika musim hujan tiba.

Hal tersebut untuk mengantisipasi pelayanan terganggu karena bencana alam.
Direktur Perumda Tirta Sanjiwani, Made Sastra Kencana, Kamis 11 Januari 2024 membenarkan hal tersebut.

Kata dia, beberapa sumber air yang masih menggunakan air sungai ada di beberapa titik.
Mulai dari sungai yeh barong yanh berlokasi di Kecamatan Tampaksiring. Lalu ada sungai bugbug di Kecamatan Tegalalang dan sungai tampus di Payangan.

Sastra mengungkapkan, ketika musim hujan, masyarakat yang sumber airnya berasal dari sungai tersebut sangat rawan mengalami gangguan saat musim hujan.

“Wilayah tersebut berada di lokasi rawan bencana pohon tumbang dan tanah longsor, serta banjir yang menyebabkan pipa mudah putus,”

“Kondisi yang rawan lainnya saat hujan deras adalah di SPAM Petanu. Karena dimasuki air kotor dan sampah. Biasanya dalam mengantisipasi kerusakan parah, penampungan terpaksa ditutup, sehingga volume air ke pelanggan menurun,” jelasnya.

Baca juga :  Amankan Aset Keluarga, Kantor Pertanahan Imbau Masyarakat Segera Urus Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan

Selain itu, kata dia, hal yanh ditakuti pihaknya adalah ketika hujan deras menyebabkan bak penampungan air menjadi keruh dan listrik mati. Sebab hal ini menyebabkan penyaluran air ke masyarakat berhenti.

“Kami selalu mengupayakan dan mengerahkan potensi yang ada agar warga mendapat air yang layak,” tandasnya.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, Sastra meminta agar masyarakat, membiasakan mengunakan bak penampungan, sehingga saat tidak ada air, masyarakat memiliki cadangan air.

Selain itu, kata dia, hal yanh ditakuti pihaknya adalah ketika hujan deras menyebabkan bak penampungan air menjadi keruh dan listrik mati. Sebab hal ini menyebabkan penyaluran air ke masyarakat berhenti.

“Kami selalu mengupayakan dan mengerahkan potensi yang ada agar warga mendapat air yang layak,” tandasnya.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, Sastra meminta agar masyarakat, membiasakan mengunakan bak penampungan, sehingga saat tidak ada air, masyarakat memiliki cadangan air. Terangnya. (Dedy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *