banner 700x256

Gelar Reses, Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto H. Junaedi Malik Soroti Permasalahan Zonasi PPDB

banner 120x600
banner 336x280

Mojokerto – News PATROLI.COM.

Saat ini sekolah Negeri, Semua tingkatan, baik SD Maupun SMP membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023.

Namun sejumlah permasalahan terkait PPDB sistem zonasi tersebut masih menjadi sorotan masyarakat.

Hal inilah yang menjadi Fokus dan pembahasan serta menjadi Sorotan serius Anggota DPRD Kota Mojokerto dari Fraksi PKB H. Junaedi Malik SE yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto ini, saat mengelar Serap Aspirasi Masyarakat ( RESES ) Tahap II tahun 2023 di Lingkungan Pondok Pesantren KH. Nawawi Jalan Gajah Mada Kota Mojokerto, Minggu ( 28 / 05 / 2023 ).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kota Mojokerto yang akrab disapa Gus Joened ini menyebut bahwa sistem zonasi tiap tahun nya kerap membuat masyarakat harap-harap cemas, utamanya bagi masyarakat yang tinggal di Timur Kota Mojokerto, Sebab lokasi Sekolah Negeri baik SD, khusus nya SMP lokasinya jauh dari warga yang tinggal di Wilayah Timur Kota Mojokerto.

Untuk itu dirinya dirinya mendorong Dinas Pendidikan dalam hal Walikota Mojokerto untuk segera mungkin melakukan terobosan dan kajian guna mengakomodir kepentingan masyarakat untuk bisa tertampung di sekolah negeri.

Dijelaskan oleh Gus Joened dirinya pun kerap turun tangan langsung menyikapi PPDB sistem zonasi ini agar masyarakat tidak resah kwatir anak nya tidak bisa diterima di Sekolah Favorit atau Sekolah Negeri yang ada di Kota Mojokerto.

Melihat permasalahan yang penerimaan sistim Zonasi PPDB online tersebut dirinya tidak tinggal diam, jika dilapori masyarakat terkait penerimaan siswa system Zonasi PPDB tersebut, maka dirinya langsung turun ke lapangan mendatangi Dinas Pendidikan Kota Mojokerto dan pihak terkait Terkait penerimaan sistim Zonasi PPDB , dan Alhamdulillah tiap tahunnya ada sekitar 40 Anak didik yang terpental bisa dirinya bantu agar bisa diterima di Sekolah Negeri di Kota Mojokerto. “Saya berharap penerimaan sistim Zonasi PPDB online yang telah ditetapkan ini benar-benar se akomodatif mungkin, dan bisa menampung Anak didik yang tempat tinggalnya di Wilayah Timur Kota Mojokerto,” ucap Gus Joened saat menanggapi keluhan masyarakat atas penerimaan sistim Zonasi PPDB online tersebut.

Baca juga :  Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Mojokerto Mengucapkan: Selamat Hari Pers Nasional 2026 - 09 Pebruari 2026

Gus Joened yang dicalonkan tokoh tokoh Kota Mojokerto sebagai Calon Walikota Mojokerto itu menyebutkan, bahwa Permasalahan terkait PPDB sistem zonasi ini didominasi terjadi di Wilayah Timur Kota Mojokerto.

Untuk itu dirinya berharap Pemerintah Kota Mojokerto harus memperhatikan permasalahan tiap tahun masyarakat di Wilayah Timur Kota Mojokerto, dengan langkah untuk segera mencari lahan atau tempat untuk membangun sekolah Negeri baru atau mendirikan sekolah SMP Negeri di Wilayah Timur Kota Mojokerto, karena ini merupakan solusi terbaik agar masyarakat tidak merasakan keresahan pada penerimaan sistim Zonasi PPDB online tersebut.

Sementara itu kegiatan Reses II Gus Joened tersebut dihadiri beberapa tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pengurus Partai tingkat kecamatan itu akhirnya menjadi diskusi yang luar biasa terkait lingkungan penerimaan sistim Zonasi PPDB dilingkup pendidikan ini yang tiap tahunnya selalu dikeluhkan masyarakat.

Selain pembahasan masalah penerimaan sistim Zonasi PPDB online, Reses Gus Joened ini juga diwarnai keluhan masyarakat terkait adanya beberapa pungutan biaya yang diatas namakan untuk studi banding atau terapan yang menggunakan kebijakan.

Gus Joened menjelaskan bahwa Masyarakat Taunya Pemerintah Kota menerapkan pendidikan gratis, sehingga mendaftarkan Siswa harus benar benar gratis tidak ada lagi oknum pendidikan atau lembaga sekolah yang membebankan masyarakat. ” Saya menyampaikan bahwa memang kita berupaya akan mendorong peningkatan anggaran pendidikan harus terjadi peningkatan anggaran, utamanya untuk peningkatan prasarana maupun ekstra, ” lanjut Gus Joened.

Sedangkan untuk masyarakat Timur jauh dari rumah ke sekolah sehingga banyak siswa kepental dalam lingkup masyarakat, maka dirinya berharap Pemkot Mojokerto untuk segera mengkaji pentingnya keberadaan lembaga Sekolah baru di Wilayah timur untuk bisa menampung siswa yang tinggal di Wilayah Timur Kota Mojokerto.

Menurut Gus Joened dirinya selama ini telah berulang- ulang kali menyampaikan permasalahan ini kepada Walikota Mojokerto, untuk segera dilakukan kajian karena memang SMP Negeri baru di Wilayah Timur Kota Mojokerto ini sangat dibutuhkan atau munculnya lembaga pendidikan baru di Wilayah Timur Kota Mojokerto harus ada, agar saat PPDB dibuka warga masyarakat wilayah timur tidak resah terhadap nasib anaknya. ( Kartono )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *