Sidoarjo – News PATROLI.COM –
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengalokasikan sebagian besar anggaran APBD untuk pembangunan infrastruktur. Dari Mulai Infrastruktur Jalan beton, Flayover, Jembatan, infrastruktur pendidikan, infrastruktur kesehatan hingga subsidi bantuan modal usaha untuk UMKM. Dia menilai kebijakan tersebut telah tepat lantaran berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
Mencetak Kelompok Usaha Perempuan Mandiri
Selain pembangunan infrastruktur yang masif, Bupati Sidoarjo dalam upaya menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Sidoarjo juga meluncurkan berbagai program dalam upaya peningkatan ekonomi kerakyatan. Diantaranya adalah Program Kurma (Kelompok Usaha Perempuan Mandiri ).
Program yang diluncurkan pada Juni 2022 ini, Sekitar 2.400 kelompok usaha perempuan ditahun yang sama Sidoarjo mampu mencetak 300 UMKM go to ekspor dengan anggaran 20 Miliar Rupiah.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo, Mohamad Edi Kurniadi menegaskan tahun 2023 ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga masih memberikan kemudahan untuk perempuan rumah tangga dengan program Kurma. Dengan target penerima Kurma tahun 2023 sebesar 2.400 kelompok atau masih sama dengan tahun 2022 lalu.
“Dari Program KURMA ini, diharapkan 5 tahun kedepan, sebanyak 8.467 RT RW di Kabupaten Sidoarjo mempunyai UMKM unggulan. Sesuai dengan perintah presiden untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yaitu pertama dengan mencetak UMKM go to ekspor dan kedua P3DN (Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri). Hasil nyata KURMA ini tahun 2022 Sidoarjo telah berhasil mencetak sebanyak 300 UMKM go to ekspor,” papar Mohamad Edi Kurniadi.
Kurda Sayang Dukungan Finansial Pengambangan Usaha UMKM
Selain Kurma ada juga Kurda Sayang (Kredit Usaha Rakyat Daerah – Sidoarjo yang gemilang).
Dalam masa per Desember Tahun 2020 hingga Juli 2023 jumlah plafon anggaran Kurda Sayang yang terserap sebesar Rp. 45.706.460.000 dengan jumlah UMKM yang menerima manfaat sebanyak 1.584 pelaku UMKM. Dimana pada di tahun 2020 hingga 2022 tercatat menyerap sebanyak 1.236 debitur dengan jumlah plafon Rp 33,28 Miliar dengan besaran subsidi yang terserap dari APBD yaitu sebesar Rp 7,12 Miliar

Dan hingga bulan Juli 2023, jumlah pemohon yang masuk sebanyak 312 debitur dengan plafon yang terserap sebesar Rp 12,42 Miliar, sedangkan subsidi dari APBD yang terserap sebesar Rp 2,52 Miliar.
Setelah sukses di tahun 2020 hingga 2022 menyerap sebanyak 1.236 debitur dengan jumlah plafon Rp 33,28 Miliar dengan besaran subsidi yang terserap dari APBD yaitu sebesar Rp 7,12 Miliar. Program ini diharapkan akan memberikan akses lebih mudah bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan dukungan finansial guna mengembangkan usaha mereka.
“Melalui program KURDA Sayang, saya berharap dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Sidoarjo,” ucap Gus Muhdlor.
Renovasi 2000 Warung Rakyat
Tak hanya Kurma dan Kurda Sayang, Program 2000 Warung pun diluncurkan Pemkab Sidoarjo. Tahun ini menginjak tahun ke dua pelaksanaan program warung rakyat direnovasi dan tahun 2023 sudah 410 warung direnovasi. Dengan menjalankan program yang berkelanjutan pertahun mentarget 400 warung makan pada tahun 2026 nanti, 2.000 warung rakyat direnovasi akan tercapai.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengatakan program 2000 warung rakyat direnovasi ini merupakan bentuk nyata perhatian Pemkab Sidoarjo terhadap pengusaha skala mikro yang masuk pada anggaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021 hingga tahun 2026.
“Melalui program ini, Pemkab Sidoarjo mendorong kualitas warung pedagang mikro, mulai dari pengeramikan sampai pengecatan dengan biaya renovasi tidak lebih dari Rp6 juta, per warung,” ucap Gus Muhdlor sapaan akrabnya
Pendekatan Holistik
Pemkab Sidoarjo dalam melaksakan pembangunan menggunakan pendekatan holistik yaitu, bahwa keseluruhan sebagai satu kesatuanlebih penting dari pada bagian bagiannya dengan menekankan keseluruhan dan saling keterkaitan dari bagian bagiannya. Bila dipetakan, kebijakan ini mendorong tiga hal, antara lain kelancaran aktivitas ekonomi dengan infrastruktur jalan yang mapan dan jembatan penghubung sebagai Aksesibilitas dan mobilitas; keberlangsungan industri kecil, menengah dan besar melalui dukungan kemudahan perizinan dan subsidi modal usaha serta membangun SDM unggul dengan pemerataan akses pendidikan.
“Sidoarjo ini menyimpan potensi ekonomi tinggi, dengan jumlah penduduk lebih dari 2,2 juta orang dengan tingkat mobilitas sangat padat, yang memiliki latar belakang mulai dari pekerja swasta, wirausaha, petani, pedagang, nelayan hingga pengrajin UMKM semua membutuhkan infrastruktur pendukung. Termasuk juga pemerataan akses pendidikan dan kesehatan infrastrukturnya terus kita tingkatkan,” papar Buapti alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Data BPS Sidoarjo
Dalam acara full day meeting indikator statistik sosial, tentang kependudukan dan ketenagakerjaan Kabupaten Sidoarjo tahun 2023, yang digelar Badan Pusan Statisitk (BPS) Sidoarjo di hotel Luminor Sidoarjo, 16 November 2023 pekan lalu. Kepala Badan Pusat Statistik Sidoarjo, Mohamad Ismail SSI,M.Ec.Dev, menyampaikan peranan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo, telah berhasil menurunkan prosentase kemiskinan di Kabupaten Sidoarjo.
Transportasi dan perdangangan, penyediaan akomodasi dan mamin, menurut Ismail, merupakan sub sektor pertumbuhan ekonomi tertinggi, berperan dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo di tahun 2023.

Seperti kata kata bijak, “Hasil Tidak Menghianati Kerja”, dari data Badan Pusat Ststistik Kabupaten Sidoarjo di Kabupaten Sidoarjo dalam Angka tahun 2023. Pada tahun 2021 ada 137,15 ribu penduduk miskin, di tahun 2022 turun menjadi 125,69 ribu penduduk miskin jadi penurunan sekitar 0,57 persen.
Dan dari data Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, angka kemiskinan turun sebesar 6,54 ribu jiwa atau setara dengan 0,36 persen dari tahun sebelumnya. Di tahun 2023 bulan September ada 119,15 ribu jiwa penduduk miskin.
Program pembangunan sidoarjo yang berkelanjutan layak untuk didukung oleh Seluruh lapisan Masyarakat Sidoarjo dan Dilanjutkan untuk menjadikan Sidoarjo yang Gemilang. (Moekti Wibowo)
















