Dompu-NTB, Newspatroli.com
Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Dompu berhasil menggelar musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tahun 2022 untuk menyusun program kerja pembangunan tahun 2023. Untuk mewujudkan Dompu Mandiri, Sejahtera, Unggul, dan Religius (MASHUR) dengan komoditi unggulan Jagung, Porang, Padi, Sapi, dan Ikan (Jara Pasaka) serta penciptaan lapangan kerjanya, tahun 2023 ditargetkan anggaran hingga Rp1,16 triliun untuk pembiayaannya.
“Untuk membiayai program unggulan dan prioritas di tahun 2023, ditargetkan membutuhkan anggaran hingga Rp1,16 T,” kata Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu, Drs H Gaziamansyuri, M.Ap kepada Suara NTB mengutip hasil Musrembang tahun 2022, Kamis kemarin.
Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu, Drs. H. Gaziamansyuri, M.Ap selaku panitia menyampaikan laporannya.(Suara NTB/ist)
Pembiayaan ini diarahkan untuk program peningkatan akuntabilitas, profesionalitas dan pelayanan publik daerah. Peningkatan pertumbuhan ekonomi sektor unggulan daerah. Peningkatan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan kualitas sumber daya manusia pelayanan dasar daerah. Peningkatan kualitas infrastruktur pelayanan dasar daerah. Peningkatan kualitas lingkungan hidup. Serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.
Dikatakan Gaziamansyuri mengatakan, seperti apa yang menjadi target pembangunan yang tertuang dalam RPJMD tahun 2021 – 2026 untuk mewujudkan masyarakat Dompu yang Mashur dan seperti apa yang disampaikan Bupati pada Musrenbang tahun 2022. Maka pada tahun 2023 mendatang, Pemda masih perlu melakukan langkah strategis dalam upaya pemulihan ekonomi daerah melalui penguatan kapasitas SDM dengan serangkaian pelatihan dan alih kompetensi serta perubahan pola pikir masyarakat ke arah agribisnis.
Penguatan kapasitas SDM pengelola BUMDes dan pemberian stimulus untuk beberapa BUMDes seperti yang dilaksanakan tahun 2022 ini juga akan tetap lanjutkan tahun 2023 mendatang. Termasuk dengan penguatan dan pembentukan koperasi milenial atau ekonomi kreatif yang bergerak pada komoditi unggulan daerah. Karena target pemerintah membuka lapangan kerja bagi 10 ribu tenaga kerja baru hingga 2026.
“Apa yang menjadi program unggulan daerah yang dilaksanakan tahun 2022 ini akan kembali dilaksanakan tahun 2023 mendatang. Cuman kita benahi saja kekurangan dari kegiatan tahun 2022 ini,” terangnya.
Pemulihan perekonomian daerah juga perlu ditindaklanjuti dengan peningkatan kualitas infstastruktur. Dengan adanya infrastruktur dasar yang memadai diharapkan dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan produktivitasnya. “Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berimplikasi pada perbaikan kesejahteraan masyarakat akan terus ditingkatkan tahun 2023 mendatang,” katanya. (Ony)










