banner 700x256

Kadispora Jatim Mohammad Ali Kuncoro Dilantik Gubernur Khofifah Jadi Pj. Walikota Mojokerto

Gubernur Khofifah Indar parawansa saat melantik Mohammad Ali Kuncoro Sebagai Pj. Walikota Mojokerto
banner 120x600
banner 336x280

Mojokerto – News PATROLI.COM –

Gubernur Jatim Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa resmi melantik Mohammad Ali Kuncoro, STTP, MSi, sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto menggantikan Ika Puspitasari yang habis masa jabatannya sebagai Walikota Mojokerto di akhir tahun 2023 ini.

Moh Ali Kuncoro diangkat sebagai Pj Wali Kota Mojokerto ini sesuai dengan keputusan Mendagri Nomor 100.2.1.3-6243 tahun 2023 dan dilantik Gubernur Khofifah di gedung Negara Grahadi. Minggu pagi (10/12/2023).

Dalam pidatonya , Khofifah mengucapkan terima kasih kepada Walikota Mojokerto Ika Puspitsari telah menjadikan kota Mojokerto meraih banyak prestasi sehingga tugas Pj yang menggantikannya tidaklah mudah.
“Dan tentu melanjutkan tugas-tugas yang sudah dalam capaian sangat bagus di Kota Mojokerto bukan sesuatu yang sederhana,” ucap Gubernur Khofifah.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto H. Junaedi Malik SE yang akrab disapa Gus Joened ini merasa sangat optimis kalau Pak Ali Kuncoro ini mampu menjalankan tugasnya dengan baik dengan penuh dedikasi sebagai penjabat Walikota Mojokerto yang akan menjalankan kinerjanya sesuai perintah pusat. ” Saat ini Kota Mojokerto meyongsong tahun 2024 program kebijakan yang di jalankan berpedoman pada Rencana Pembangunan Daerah semasa transisi karena saat ini telah memasuki era di mulainya pemilukada serentak pada November 2024 mendatang, dan RPD yg menjadi pedoman rencana kerja pemerintah daerah tahun 2024 tersebut lebih menitik beratkan bagaimana daerah bisa menjalankan Perintah pusat dalam menjamin kelangsungan pemerintahan di masa transisi, sehingga sebagai penjabat Walikota mutlak tanggung jawab besarnya melaksanakan perintah pusat bagaimana kelangsungan birokrasi.

Menurut Gus Joened Pemerintahan, kelangsungan pembangunan dan layanan dasar masyarakat bisa berjalan dengan baik lancar di tengah masyarakat,terutama bagaimana memperkuat stabilitas ekonomi kerakyatan yang sudah mulai merangkak naik agar tetap bisa di jaga dan di tingkat kan pasca terpuruknya di masa pandemi covid.

Baca juga :  Henry Jhon Hutagalung: Wali Kota Jangan Panaskan Situasi dengan Reaksi Balasan

Gus Joened menjelaskan bahwa saat ini adalah tahun politik, kita juga sangat berharap Pj Walikota bisa mengawal dan memastikan kelangsungan pesta Demokrasi tahun 2024 di Kota Mojokerto ini bisa berjalan dengan stabil, lancar kondusif,dan berjalan dengan damai serta sukses, dengan menghasilkan Pemilu yang adil.

Gus Joened menegaskan terjaminnya netralitas aparatur sebagai abdi negara yang harus taat asas dan aturan – aturan yang ada. “Dengan komitmen yang kuat dalam menjalankan tugas PJ Walikota kita yakin kehadiran Pak Ali sebagai PJ akan bisa membawa kelansungan pemerintahan dan layanan kemasarakan bisa berjalan lebih baik ke depan, karena esensi dari kebijakan program pemerintah tidak lain adalah bagaimana outputnya benar -benar bisa terukur terasa manfaatnya di tengah – tengah kehidupan masyarakat secara kongkrit bukan sekedar soal data di atas kertas dengan retorika – retorika saja ” pinta Gus Joened.

Di tempat terpisah Pj Wali Kota Mojokerto Muhammad Ali Kuncoro kepada para wartawan mengatakan bahwa ke depan nya dirinya akan menyoroti masalah inflasi, kemiskinan dan stunting. Ketiga hal ini yang harus menjadi perhatian khusus. “Kita sudah melihat bagaimana permasalahan ketiganya ini memang menjadi fokus tersendiri,” , ucap Ali Kuncoro.

Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto H. Junaedi Malik SE

Ali menjelaskan masalah stunting akan diperhatikan lebih. Tapi ia bakal mengkaji apa saja yang akan dilakukan. “Sehingga program yang akan dirancang akan semakin tepat sasaran,” lanjutnya.

Kendati demikian, Ali menyebut jumlah stunting di Kota Mojokerto tidak terlalu besar. “Namun masalah ini harus diperhatikan betul untuk mengatasi masalah stunting,” lanjut mantan Camat Trowulan ini.

Selain itu, Ali juga menegaskan selama masa pemilu seperti saat ini semua ASN dan Pegawai Pemkot Mojokerto harus menjaga netralitas. “Netralitas harus kami jaga untuk kelancaran pemilu yang bahagia dan happy,” pintanya. ( Kartono )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *