banner 700x256

Pemerintah Diminta Antisipasi Harga Gabah yang Anjlok

Ir. Muttakun, anggota DPRD Kabupaten Dompu - NTB
banner 120x600
banner 336x280

Dompu-NTB. Newspatroli.com

Harga gabah petani di awal massa panen menunjukan dirasa cukup memprihatinkan. Harga yang anjlok harusnya menjadi perhatian pemerintah. Jika Bulog sebagai penyerap gabah, gudangnya penuh dapat diantisipasi pemerintah dengan mencari gudang tambahan atau ikut memutar stok gabah di gudang.

Ir. Muttakun, anggota DPRD Dompu kepada wartawan di Dompu, Rabu, 9 Maret 2022 meminta kepada pemerintah untuk tidak hanya fokus mensukses event MotoGP. Tapi pemerintah juga dituntut memperhatikan nasib petani, khususnya petani padi. Belakangan ini, petani mulai dihantui oleh ancaman harga gabah yang anjlok. “Ini urusan nasib rakyat. Jangan hanya pikir soal MotoGP,” kata Muttakun.

Politisi Nasdem ini juga mengaku ragu dengan klaim pihak Bulog bahwa gudangnya sudah penuh oleh stok gabah dan beras, sehingga belum bisa menyerap gabah petani. Faktanya, beberapa gudang mitra Bulog justru banyak yang lowong karena belum terisi gabah. “Ini yang kita pertanyakan,” kata Muttakun.

Ketika gudang Bulog penuh, Muttakun justru meminta pemerintah untuk ikut memikirkan agar isi gudang Bulog tersebut bisa diputar, sehingga bisa kembali menyerap gabah petani. “Kalau tidak bisa, pemerintah harus bisa cari pengganti Bulog untuk bisa menyerap gabah petani dengan harga yang wajar,” pinta Muttakun.

Baca juga :  Pemkab Banyuwangi Terkesan Lamban Tangani Jembatan Ambrol

Sebelumnya, kepala cabang Bulog Bima mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat program untuk penyerapan gabah petani dari kantor pusat dan kantor wilayah. Sejauh ini pihaknya baru menyerap dalam bentuk beras, itupun masih berjangka. Alasan lain belum menyerap gabah juga karena gudang Bulog sudah penuh dari gabah dan beras hasil serapan sebelumnya.

Jumlahnya mencapai 7.475 ton setara beras dan belum ada pengeluaran untuk diantar pulaukan atau dikirim ke luar negeri seperti sebelum – sebelumnya. Sementara harga gabah di tingkat petani kini sudah di Rp3.600 per kg kering panen. Padahal ini baru awal masa panen dan itulah yang dikhawatirkan para petani. (Ony)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *