banner 700x256

5 Program Unggulan untuk Masyarakat Tercapai dalam 1 Tahun Kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah

banner 120x600
banner 336x280

Bojonegoro,- NewsPATROLI.COM –

Menjelang satu tahun masa kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memacu percepatan pembangunan di berbagai sektor. Keduanya menegaskan komitmennya untuk membawa Bojonegoro lebih bahagia, makmur dan membanggakan melalui lima fokus utama pembangunan daerah.

Lima fokus tersebut adalah Penurunan Angka Kemiskinan, Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan, Pengurangan Angka Pengangguran, dan Peningkatan Konektivitas Wilayah.

Seluruh kebijakan yang diambil berpusat pada pemenuhan hak dasar masyarakat dan peningkatan daya saing daerah. “Sehingga pembangunan tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Achmad Gunawan, Senin, (2/2/2026).

Berikut rangkuman satu tahun masa kepemimpinan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah (20 Februari 2025-20 Februari 2026) dengan 5 fokus utama pembangunan daerah :

  1. Penurunan Angka Kemiskinan
    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro mencatat jumlah warga miskin di Kabupaten Bojonegoro terus mengalami penurunan secara signifikan. Persentase kemiskinan di Bojonegoro tercatat sebesar 11,69 (2024) atau setara 147.330 jiwa. Sementara di 2025 persentase kemiskinan di Bojonegoro (11,49) atau setara 144.900.
    Dengan target penurunan tersebut, diharapkan pada tahun 2026 jumlah penduduk miskin dapat ditekan menjadi 133.046 jiwa atau turun menjadi 10,55 persen.

Pemkab Bojonegoro fokus pada intervensi kemiskinan melalui integrasi data yang akurat seperti pemutakhiran Data Damisda. Berbagai program inovasi penanganan kemiskinan juga terus berjalan, seperti Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri), Beasiswa Makmur Membanggakan, Dahar dua kali untuk lansia sebatang kara.

Selain itu juga pemberian kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja renta, Program UHC, Kolam Lele Keluarga (Kolega), Program Instalasi Pemanen Air Hujan (IPAH), Domba Kesejahteraan, Drone Sprayer Pertanian dan Program Benih Gratis.

Baca juga :  Pemasangan Stiker “Miskin” Sebagai Upaya Validasi Data Kemiskinan di Bojonegoro

Tak hanya itu, Pemkab Bojonegoro juga melakukan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bantuan sosial tunai, serta pemenuhan akses air bersih dan sanitasi menjadi instrumen utama untuk mengangkat derajat hidup warga prasejahtera. Berbagai stimulan tersebut sebagai upaya mewujudkan kemandirian ekonomi keluarga.

  1. Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
    Terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bojonegoro, juga mencatat kenaikan yang baik. Indikator ini penting untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. Grafik menunjukkan terjadinya peningkatan secara bertahap.
    IPM Bojonegoro pada 2024, BPS mencatat berada di indeks 72,75. Di 2025 naik menjadi 73,74. Sedangkan 2026 dengan target proyeksi di angka 74,21. IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan bidang lainnya.

Berdasarkan APBD 2026, kelanjutan berbagai skema Beasiswa Prestasi Pendidikan Tinggi pun semakin banyak. Pada 2025, Pemkab Bojonegoro menganggarkan Rp 35,3 milyar untuk beasiswa pendidikan. Di 2026, naik menjadi Rp 40,467 milyar. Tercatat di 2026 ini alokasi penerima beasiswa yang tertuang dalam RKPD Kabupaten Bojonegoro 2026 sebagai berikut :
– Beasiswa Scientist (target 905 orang/semester)
– Beasiswa 10 Sarjana per Desa (target 2.220 orang/semester)
– Beasiswa Pondok Pesantren (target 326 orang/semester)
– Beasiswa Keluarga Miskin (target 400 orang/semester)
– Beasiswa Tugas Akhir (target 403 orang/kali).
Selain itu, peningkatan fasilitas layanan kesehatan di tingkat Puskesmas hingga RSUD terus digenjot guna menciptakan generasi Bojonegoro yang cerdas, sehat, dan berdaya saing global. Terbukti Pemerintah Kabupaten Bojonegoro meraih penghargaan dalam ajang Universal Heal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *