Madiun, News PATROLI.COM
Puluhan masa Serikat Buruh Madiun Raya, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (SBMR KASBI) menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Dengan membentangkan beberapa poster, puluhan buruh yang tergabung dalam SBMR KASBI itu menggelar demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun, Selasa, (13/9/2022).
Dalam orasinya didepan Gedung DPRD Kabupaten Madiun, ada empat poin yang menjadi tuntutan oleh SBMR KASBI. diantaranya, Menolak kenaikan harga BBM, Naikan upah buruh 100%, Pendidikan dan Kesehatan gratis serta meminta dihapus tunjangan pensiunan DPR karena dinilai membebani APBN.

“Kami menyampaikan empat poin, Menolak kenaikan harga BBM, Naikan upah buruh, Pendidikan dan Kesehatan gratis untuk rakyat yang terakhir cabut UU nomor 12 tahun 1990 tentang pensiun DPR RI,” ungkap Aris Budiono Ketua KBMR KASBI.
Alasan Aris Budiono, meminta kenaikan upah buruh 100% di Madiun karena dinilai harga bahan kebutuhan pokok dan harga BBM sama dengan kota Surabaya yang UMR nya dua kali lipat dengan Madiun.
“Kita minta kenaikan 100 persen itu bukan tanpa alasan, Surabaya dan Madiun ini harga kebutuhan BBM, kebutuhan pokok sama, Tapi kenapa selisih upahnya kog dua kali lipat,”jelas Aris Budiono.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Madiun Slamet Riadi saat selesai melakukan audensi dengan SBMR KASBI mengatakan bahwa dirinya juga merasakan dampak kenaikan BBM itu,
“Kita sama-sama warga masyarakat, yang jelas dengan adanya kenaikan BBM ya sama yang kita rasakan,”kata Slamet Riadi.
Terkait aspirasi yang disampaikan SBMR KASBI, Wakil Ketua Dewan dari fraksi PKB tersebut akan menindaklanjutinya dengan menyampaikan ke DPR RI.
“Terkait aspirasi yang disampaikan teman-teman SBMR tadi kita respon, kita tindak lanjuti, kita rekomendasikan nanti kita akan keatas kesana,” tutur Slamet Riadi. (but/marsd)










