BALI  

Operasi Gabungan Timpora Buleleng Sasar Tiga Titik, WNA Dipastikan Tertib Aturan

banner 120x600
banner 336x280

Buleleng, News PATROLI.COM.

Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Buleleng bersama Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja menggelar operasi gabungan guna mengawasi keberadaan dan aktivitas Warga Negara Asing (WNA) di wilayah Buleleng, Kamis (20/8/2026).
Melibatkan 14 instansi pemerintah terkait salah satunya ialah Kebangpol Kabupaten Buleleng, Dukcapil Kabupaten Buleleng, Kejaksaan negeri Buleleng dam Pas Intel Kodim Buleleng.

Operasi lapangan yang menyasar PLTU Celukan Bawang, Villa Bilabong, dan Singaraja Montessori School ini memastikan bahwa seluruh aktivitas WNA maupun Tenaga Kerja Asing (TKA) di kawasan tersebut mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Operasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari rapat koordinasi Timpora pada hari sebelumnya.

Pengawasan dimulai dari PLTU Celukan Bawang. Berdasarkan hasil pemeriksaan administratif oleh tim gabungan, pihak manajemen PLTU dinilai kooperatif dan telah menerapkan tertib administrasi yang baik. Tercatat terdapat 124 TKA pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) yang bekerja dengan berbagai posisi, dan tidak ditemukan adanya indikasi pelanggaran keimigrasian.

Titik pengawasan selanjutnya berfokus pada Villa Bilabong di kawasan Gerokgak dan Singaraja Montessori School di Desa Panji Anom. Dari hasil verifikasi lapangan, Villa Bilabong diketahui telah beralih kepemilikan dari Warga Negara Australia kepada Warga Negara Indonesia sejak Maret 2025. Properti tersebut dipastikan tidak beroperasi sebagai fasilitas komersial atau disewakan, melainkan difungsikan murni sebagai hunian pribadi.

Baca juga :  Kenali Prosedur dan Syarat Pemecahan Bidang Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Tabanan

Sementara itu, di Singaraja Montessori School yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Sekolah Bali Mandiri, tim mengonfirmasi bahwa institusi pendidikan tersebut tidak mempekerjakan TKA. Dari total 70 siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut, mayoritas adalah Warga Negara Indonesia (60%), disusul oleh siswa dari keluarga perkawinan campuran (25%), dan Warga Negara Asing (15%). “Operasi gabungan ini merupakan wujud nyata sinergi dan deteksi dini dari 14 instansi.

Kabupaten Buleleng dalam menjaga tegaknya hukum di wilayah kita. Fakta di lapangan yang menunjukkan tingginya tingkat kepatuhan administrasi, seperti yang kita lihat di PLTU Celukan Bawang, patut diapresiasi. Meski tidak ditemukan pelanggaran yang menonjol, pengawasan berkala dan pemutakhiran data akan terus kami tingkatkan untuk mengantisipasi potensi kerawanan di masa mendatang,” ujar Anak Agung Gde Kusuma Putra, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja. Secara keseluruhan, operasi gabungan ini berjalan aman dan lancar. (Dedy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *