banner 700x256

Bupati Subandi Apresiasi Tradisi Ruwat Desa Pagerngumbuk, Wujud Syukur dan Pelestarian Kearifan Lokal

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Bupati Sidoarjo Subandi memberikan apresiasi atas pelaksanaan tradisi ruwat Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, yang digelar penuh khidmat dan sarat nilai budaya, Minggu (17/5/2026).

Tradisi ruwat desa tersebut menjadi bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi serta doa bersama demi keselamatan dan kemakmuran desa. Sejumlah rangkaian kegiatan turut mewarnai pelaksanaan tradisi tahunan itu, mulai dari pengajian, ziarah ke makam leluhur desa hingga pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Namun, terdapat keunikan tersendiri dalam pelaksanaan tasyakuran ruwat Desa Pagerngumbuk tahun ini. Selain puluhan nasi kuning dan belasan tumpeng raksasa berisi hasil pertanian warga, makanan juga disajikan di atas puluhan amben atau tempat tidur bambu yang ditata memanjang dan ditutup menggunakan jarik atau kain batik.

Puluhan amben berisi aneka makanan tersebut kemudian diarak dan dipikul warga menuju Balai Desa Pagerngumbuk. Setibanya di lokasi, amben-amben itu dijejer rapi di sisi kanan dan kiri pendopo balai desa, sementara masyarakat telah berkumpul untuk mengikuti prosesi tasyakuran bersama.

Kehadiran Bupati Subandi di tengah masyarakat mendapat sambutan meriah. Menariknya, tokoh Hanoman dan para petani didaulat untuk mengantarkan orang nomor satu di Kabupaten Sidoarjo tersebut menuju balai desa sebagai simbol penghormatan sekaligus pelestarian budaya lokal.

Baca juga :  Kapolresta Sidoarjo Perkuat Sinergi dengan Media dan Netizen Melalui Buka Puasa Bersama

Dalam sambutannya, Bupati Subandi menyampaikan apresiasinya terhadap tradisi ruwat desa yang masih terus dijaga dan dilestarikan masyarakat Desa Pagerngumbuk. Menurutnya, tradisi tersebut merupakan bagian penting dari kearifan lokal yang memiliki makna mendalam.

“Tujuane nopo kok desa dislameti, desa diruwati?, biar desane pak lurah dalam penyelenggaraan pemerintahan diparingi gampang lan gangsar, mugi-mugi diparingi slamet sedoyo,” ucapnya.

Ia menilai tradisi ruwat desa bukan hanya sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang diberikan Tuhan, tetapi juga menjadi sarana memanjatkan doa demi keselamatan, ketenteraman, dan kesejahteraan masyarakat desa.

Selain itu, Bupati Subandi juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini mampu mempererat tali persaudaraan antarwarga. Semangat gotong royong dan keikhlasan masyarakat dalam membawa hasil bumi untuk disantap bersama dinilai menjadi nilai luhur yang harus terus dipertahankan.

“Mudah-mudahan niat kita bersyukur kepada Allah diterima. Mugi-mugi warga Desa Pagerngumbuk keluargane diparingi sehat, rumah tanggane dijadikan rumah tangga sakinah mawaddah warahmah. Anak turunne dados anak sing saleh lan salehah,” tuturnya.

Ia juga mendoakan agar seluruh petani di Desa Pagerngumbuk senantiasa diberikan hasil pertanian yang melimpah, tanaman yang subur, serta produksi panen yang terus meningkat.

“Sing tidak kalah penting, mugi-mugi sedaya tanduranipun panjenengan diparingi tanduran sing sehat, tandurane subur, produksine meningkat,” pungkasnya. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *