Sumenep – News PATROLI.COM –
Kabupaten Sumenep kembali melahirkan sosok inspiratif yang membuktikan bahwa ketekunan jiwa dan visi bisnis yang tajam dapat melahirkan karya luar biasa. Ia adalah Mulya, putra daerah yang kini menjadi buah bibir berkat kepiawaiannya mengawinkan nilai seni tinggi dengan ketangguhan sektor industri manufaktur di kalangan UMKM.
Jauh sebelum dikenal di dunia industri, Mulya telah lama mendedikasikan dirinya pada seni Bonsai. Bukan sekadar hobi, Mulya telah menguasai berbagai teknik rumit dalam membentuk pohon kerdil ini hingga memiliki nilai estetika dan ekonomi yang fantastis. Bagi Mulya, Bonsai adalah filosofi tentang kesabaran sebuah nilai yang kemudian ia bawa ke dalam dunia bisnisnya.
Ketelitian Mulya dalam menata dahan-dahan Bonsai kini terimplementasi dalam ketegasannya membangun lini bisnis pengolahan garam. Melalui proses yang gigih, Mulya berhasil mentransformasi air laut menjadi Garam Dapur Premium dengan standar mutu tinggi.
Tak tanggung-tanggung, komitmen Mulya terhadap kualitas dibuktikan dengan keteguhan keterampilannya.
Tak hanya itu, Kelengkapan Izin Resmi yaitu Seluruh persyaratan administrasi dan sertifikasi kesehatan telah diselesaikan di pusat secara istimewa.
Standar Garam Yodium Tinggi Menjamin kesehatan keluarga melalui konsumsi garam berkualitas.
“Alhamdulillah kini masyarakat Indonesia khususnya Sumenep, dapat merasakan Garam yang berkualitas tinggi sehingga daya saing di berbagai UMKM dapat di penuhi dengan Garam yang berkualitas tinggi,” tegas Mulya saat di kediamannya.
Dalam persaingan sehat produk ini mulai diperhitungkan di pasar nasional, bersanding dengan nama besar seperti PT. Garam TBK persero, PG. Budiono pamekasan. PT. Susanti Unicef dan PT. Garindo.
“Hadir dalam kemasan praktis 250 gram, Garam Mulya Cap Kapal menawarkan cita rasa yang lebih gurih dan mantap. Para ibu rumah tangga maupun koki profesional kini memiliki pilihan utama untuk meningkatkan kelezatan masakan,” tuturnya.
Selain berbagai industri iya mampu menyerap pekerja lokal di kalangan petani garam sampai bagian administrasi hingga menyerap angka pengangguran di kalangan pemuda.
“Garam Mulya bukan sekadar bumbu dapur, ini adalah simbol kemandirian ekonomi daerah yang dikelola dengan standar profesionalisme kelas atas,” ungkap salah satu kolega bisnisnya.
Apa yang dicapai Mulya adalah bukti nyata bahwa pengusaha lokal mampu bersaing di kancah nasional jika dikelola dengan ketekunan dan integritas. Kini, saatnya masyarakat memberikan apresiasi pada produk lokal berkualitas dunia.
Mulai hari ini, saatnya beralih ke pilihan yang lebih cerdas, lebih sehat, dan lebih lezat. Garam Mulya Cap Kapal Sentuhan Gurih untuk Masakan Istimewa.
(Hen)










