banner 700x256

Forikan Jawa Timur Ajak Santri di Kabupaten Mojokerto Gemar Makan Ikan

banner 120x600
banner 336x280

Mojokerto – News PATROLI.COM –

Dalam meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat, Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Jawa Timur, kampanyekan gemar memakan olahan ikan di Pondok Pesantren Al-Nawawiy Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (7/11/2023).

Dalam kegiatan ini, ratusan santriwan dan santriwati dari jenjang SMP dan SMA diajak makan olahan ikan bersama di halaman Pondok. Arumi Bachsin Emil Dardak, Ketua Forikan Provinsi Jawa Timur didampingi Shofiya Hanak Al Barra, Ketua Forikan Kabupaten Mojokerto juga membagikan sekitar 500 cup bakso ikan dari CSR Program gemar makan ikan dengan Perusahaan makanan olahan ikan.

“Ikan bagus untuk otak, kandungan omega-3 dalam ikan mampu meningkatkan daya ingat. Jadi untuk para santri, cocok buat hafalan Al-Quran,” kata Arumi Bachsin dalam sambutannya.

Menurutnya, selain meningkatkan kemampuan kogitif, kandungan gizi pada ikan juga mampu mencegah terjadinya stunting. Kandungan asam amino, vitamin, zinc, zat besi dan asam folat dalam ikan dinilai sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya stunting.

“Perlu diingat stunting itu bukan hanya terjadi sejak bayinya lahir, tapi karena ibunya juga kekurangan gizi saat mengandung. Sehingga membuat anak dalam kandungan juga kekurangan gizi, sehingga akhirnya mengakibatkan stunting,” katanya.

Baca juga :  Polsek Wuluhan Lakukan Panen Raya 50 Hektare Tanaman Jagung Kuartal I 2026 di Desa Lojejer

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim, angka konsumsi ikan di Jatim terus mengalami kenaikan. Tahun 2022 misalnya, konsumsi ikan Jatim mencapai 45 kilogram per kapita per tahun. Atau lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 yakni 42,45 kilogram per kapita per tahun. Dan skala nasional tahun 2022 adalah 56,48 kg per kapita per tahun

“Jadi dengan kegiatan ini diharapkan ada peningkatan konsumsi ikan di masyarakat khususnya generasi-generasi penerus bangsa, usia sekolah ini, dapat gemar makan ikan,” ungkap Arumi.

Sementara, Shofiya Hanak Al Barra menambahkan, berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim, angka konsumsi ikan di Kabupaten Mojokerto menunjukkan peningkatan sebesar 45,08 kg per kapita di tahun 2021, dan meningkat sebesar 48,17 kg per kapita per tahun 2022.

“Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Mojokerto meskipun mengalami peningkatan konsumsi ikannya, harus tetap berbenah dan mendesain program atau kegiatan yang lebih baik untuk lebih mengoptimalkan pencapaian tujuannya,” harapnya.

Alasan Mojokerto dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program peningkatan konsumsi ikan Jawa Timur oleh Forikan Jatim, karena letak geografisnya tidak memiliki laut, dinilai ada resiko, dan ikan laut menjadi minoritas. (Kartono/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *