Perkuat Stabilitas Daerah, Pemkab Sidoarjo Satukan Langkah Sukseskan Program Strategis Nasional

banner 120x600
banner 336x280

Sidoarjo – News PATROLI.COM –

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas politik, keamanan, dan pembangunan daerah. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pemantauan Perkembangan Politik yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (7/7/2026).

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi dan dihadiri unsur pimpinan DPRD Kabupaten Sidoarjo, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran perangkat daerah, serta perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam menjaga kondusivitas wilayah, sekaligus menyatukan langkah dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah pusat yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Subandi menegaskan bahwa stabilitas daerah merupakan fondasi utama bagi keberhasilan pembangunan. Menurutnya, tata kelola pemerintahan yang baik tidak hanya berorientasi pada aspek administratif, tetapi juga harus mampu menciptakan rasa aman, memperkuat ketahanan sosial, serta menjaga harmonisasi kehidupan masyarakat.

“Sidoarjo memiliki posisi yang sangat strategis dalam mendukung stabilitas Jawa Timur. Karena itu, kami berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan yang responsif, adaptif, dan kolaboratif bersama Forkopimda, DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan akademisi, hingga seluruh elemen masyarakat. Stabilitas daerah adalah modal utama agar seluruh program pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujar Subandi.

Ia menambahkan, dinamika sosial, ekonomi, maupun politik yang berkembang harus diantisipasi melalui komunikasi yang intensif serta koordinasi yang kuat antarinstansi. Dengan demikian, setiap potensi persoalan dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

Menurut Subandi, menjaga kondusivitas daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tugas bersama seluruh komponen masyarakat.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh pihak agar situasi daerah tetap aman, damai, dan kondusif. Dengan stabilitas yang terjaga, investasi dapat tumbuh, pelayanan publik semakin optimal, dan pembangunan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Dalam rapat tersebut, salah satu pembahasan utama adalah dukungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terhadap visi dan misi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional.

Bupati Subandi menilai program tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang baik dan berkelanjutan.

“Program Makanan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. Karena itu, pelaksanaannya harus dipersiapkan secara matang dengan melibatkan seluruh pihak yang memiliki peran sesuai tugas dan fungsinya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan pelaksanaan MBG memerlukan sinergi yang erat antara Badan Gizi Nasional, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta seluruh pemangku kepentingan lainnya.

Baca juga :  Pemkab Sidoarjo Peringati Hari Otonomi Daerah XXX dan Hardiknas 2026, Tekankan Penguatan SDM dan Reformasi Birokrasi

Selain itu, pengawasan yang berkelanjutan juga menjadi aspek penting agar kualitas makanan, keamanan pangan, serta ketepatan sasaran penerima manfaat benar-benar dapat terjamin.

“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara bersama agar kualitas makanan tetap terjaga, keamanan pangan terpenuhi, dan distribusi berjalan tepat sasaran,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga akan mengintegrasikan Program Kawasan Mandiri Pangan (KMP) di tingkat desa dan kelurahan sebagai bagian dari ekosistem pendukung Program Makanan Bergizi Gratis.

Menurut Subandi, langkah tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan bahan pangan bagi pelaksanaan MBG, tetapi juga menjadi strategi untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan petani, pelaku UMKM, dan kelompok usaha lokal.

“Kita ingin kebutuhan pangan untuk Program MBG dapat dipenuhi dari hasil produksi masyarakat sendiri. Dengan demikian, manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh para penerima makanan bergizi, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, pelaku usaha, dan masyarakat di desa maupun kelurahan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Subandi menegaskan bahwa program ketahanan pangan daerah harus diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat yang paling mendasar agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Ia meminta seluruh perangkat daerah terkait memprioritaskan penguatan produksi dan ketersediaan tiga komoditas utama, yakni beras, gula, dan minyak goreng.

“Kita harus fokus pada tiga kebutuhan dasar masyarakat, yaitu beras, gula, dan minyak. Program ketahanan pangan harus mampu menjaga ketersediaan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Ketika kebutuhan pokok terpenuhi dengan baik, maka stabilitas sosial juga akan semakin kuat,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Bupati Subandi mengajak seluruh unsur Forkopimda, DPRD, perangkat daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, kalangan akademisi, hingga tokoh agama untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga kondusivitas Kabupaten Sidoarjo.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen masyarakat memiliki semangat kebersamaan dan tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mari kita rapatkan barisan dan memperkuat kolaborasi. Kita jaga Sidoarjo agar tetap aman, sehat, maju, dan berdaya saing. Saya mengajak seluruh Forkopimda, DPRD, perangkat daerah, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga Sidoarjo untuk bersama-sama menjaga stabilitas daerah. Kita pastikan setiap kebijakan yang kita ambil benar-benar bermuara pada kesejahteraan masyarakat serta masa depan generasi penerus bangsa,” pungkasnya. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *